Media KampungAlarm jalan Australia kini dipasang sebagai penghalang suara di segmen berbahaya Stuart Highway, menimbulkan perdebatan di kalangan pengguna jalan.

Pemerintah New South Wales menempatkan lebih dari 150 unit alarm solar yang memancarkan bunyi keras ketika kendaraan melintas, dengan tujuan memberi peringatan dini pada pengendara.

Proyek ini dimulai pada awal tahun 2024 setelah serangkaian kecelakaan fatal akibat tabrakan dengan satwa liar di wilayah tersebut.

Data resmi Departemen Transportasi Australia mencatat 27 kecelakaan melibatkan hewan antara Januari dan September 2023, yang menewaskan tiga pengendara.

Petugas mengklaim alarm dapat mengurangi kejadian serupa hingga 40 persen dengan memperingatkan pengemudi akan zona rawan.

Namun, penduduk setempat melaporkan kebisingan terus-menerus mengganggu istirahat, terutama pada malam hari.

Seorang warga dari Bourke, Michael Harris, mengeluh, “Suara alarm terdengar selama tiga menit tiap kali ada mobil lewat, membuat kami tidak bisa tidur.”

Transport Minister Jane Doe menanggapi, “Alarm ini diharapkan mengurangi kecelakaan di segmen ini, dan kami sedang mengevaluasi tingkat kebisingannya.”

Pemerintah berjanji akan menyesuaikan volume alarm bila terbukti mengganggu kesehatan pendengaran warga.

Sementara itu, kelompok advokasi lingkungan mengkritik penggunaan alarm karena dianggap solusi sementara tanpa memperbaiki infrastruktur lintas satwa.

Menurut Australian Wildlife Conservancy, pembangunan jalur penyeberangan khusus satwa dan pagar listrik lebih efektif dalam jangka panjang.

Studi independen yang dibiayai oleh universitas Queensland menemukan bahwa alarm dapat menurunkan kecepatan kendaraan sebesar 5-7 km/jam di zona tersebut.

Penurunan kecepatan ini berpotensi mengurangi fatalitas, meski tidak menghilangkan risiko tabrakan secara total.

Pengujian lapangan menunjukkan bahwa alarm beroperasi dengan daya 30% lebih efisien dibanding model sebelumnya, berkat panel surya yang lebih besar.

Namun, laporan teknis dari perusahaan instalasi mencatat bahwa beberapa unit mengalami kegagalan sensor pada suhu ekstrem, mengakibatkan bunyi tidak menyala.

Pemerintah berencana mengganti unit yang rusak dalam dua bulan ke depan, sambil menambah sensor suhu untuk mengurangi gangguan.

Kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak psikologis pada pengemudi yang terpapar suara keras secara berulang.

Ahli kesehatan kerja di University of Sydney menekankan pentingnya monitor kebisingan untuk mencegah stres dan gangguan pendengaran.

Sejauh ini, tidak ada laporan resmi tentang cedera pendengaran akibat alarm tersebut.

Di sisi lain, pihak kepolisian melaporkan penurunan 15 persen dalam pelanggaran kecepatan di zona alarm sejak pemasangannya.

Data ini dianggap positif oleh otoritas transportasi, meski mereka mengakui bahwa faktor lain seperti kampanye keselamatan juga berperan.

Komunitas lokal berharap solusi jangka panjang akan mencakup penataan ulang jalur dan peningkatan pencahayaan, bukan hanya alarm suara.

Rencana pemerintah selanjutnya mencakup survei kepuasan warga dan evaluasi efektivitas alarm setelah enam bulan operasional.

Jika hasilnya memuaskan, model alarm ini dapat direplikasi di jalan berbahaya lainnya di Australia.

Namun, keputusan akhir akan bergantung pada keseimbangan antara keselamatan lalu lintas dan kualitas hidup penduduk sekitar.

Sejauh ini, alarm tetap menjadi titik fokus perdebatan publik antara kebutuhan keselamatan dan hak atas ketenangan.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa sebagian alarm telah diatur ulang untuk mengurangi volume pada jam malam, sebagai respons terhadap keluhan warga.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk meninjau kembali kebijakan ini dan menyesuaikannya dengan temuan ilmiah serta masukan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.