Media Kampung – PKK Kota Pasuruan meluncurkan program Mitra Usaha untuk memperkuat UMKM kuliner, menghubungkan pelaku dengan pasar yang lebih luas dan meningkatkan kompetensi usaha.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Kesenian Darmoyudho, Kota Pasuruan, dengan mengundang kader PKK untuk mencoba memasak produk mie yang diproduksi oleh mitra industri.
Acara dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Pasuruan, tokoh PKK, dan perwakilan perusahaan makanan Mi Burung Dara yang menjadi mitra strategis dalam program ini.
Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, menegaskan bahwa potensi kuliner Pasuruan sangat besar namun membutuhkan jaringan, ilmu, dan kemitraan yang solid untuk berkembang.
“Kota Pasuruan memiliki potensi kuliner yang luar biasa, namun untuk berkembang lebih besar dibutuhkan jejaring, ilmu, dan kemitraan yang solid,” ujarnya.
Suryani menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Mi Burung Dara menjadi langkah nyata untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM.
“Kita ingin usaha tidak hanya berjalan di tempat, tetapi terus berkembang, terhubung dengan pasar yang lebih luas, serta memenuhi standar kualitas profesional,” tambahnya.
Program Mitra Usaha ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknis, pendampingan pemasaran, serta kesempatan uji coba produk pada jaringan distribusi mitra industri.
PKK berperan sebagai penghubung antara pelaku UMKM rumah tangga dan sektor swasta, memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar.
Penguatan UMKM kuliner dianggap penting untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan mengurangi kesenjangan pendapatan di tingkat akar rumput.
TP PKK menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis komunitas, dengan harapan bahwa penguatan UMKM akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“TP PKK mendukung penuh ekonomi keluarga yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM,” jelas Suryani.
Latar belakang program ini adalah upaya pemerintah daerah menanggapi tantangan pasca‑pandemi, di mana banyak pelaku kuliner kecil kehilangan pasar dan membutuhkan dukungan struktural.
Dengan melibatkan pihak ketiga seperti Mi Burung Dara, program ini berupaya menciptakan rantai nilai yang lebih terintegrasi, dari produksi hingga distribusi.
Para peserta pelatihan diberikan modul tentang standar kebersihan, teknik memasak modern, serta strategi branding yang dapat meningkatkan daya saing produk mereka.
Hasil awal menunjukkan peningkatan rasa percaya diri para pengusaha mikro dalam memasarkan produk mereka secara lebih profesional.
Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen melanjutkan program ini selama satu tahun ke depan, dengan evaluasi berkala untuk mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan.
Jika berhasil, model Mitra Usaha ini dapat direplikasi ke sektor UMKM lain di wilayah Jawa Timur.
Keberlanjutan program akan ditopang oleh alokasi anggaran daerah serta kerjasama berkelanjutan antara PKK, pemerintah, dan sektor swasta.
Dengan langkah ini, diharapkan UMKM kuliner Pasuruan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pemain kompetitif di pasar regional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan