Media Kampung – JawaPos.com melaporkan pada Rabu, 6 Mei 2026, bahwa ada 7 weton yang menurut Primbon Jawa selalu berada dalam lingkaran keberuntungan, jarang tersandung sial, dan tampak terlindungi dari bahaya.
Primbon Jawa merupakan kumpulan ramalan tradisional yang mengaitkan hari lahir dengan neptu, nilai numerik yang dipercaya mencerminkan energi spiritual seseorang.
“Menurut kanal YouTube Energi Weton pada Selasa (5/5), ada tujuh weton yang dianggap istimewa karena selalu beruntung, sulit terkena sial, dan dipercaya terlindungi dari bahaya,” ujar penyiar tersebut dalam video yang menjadi sumber utama laporan.
Weton pertama yang diulas adalah Rabu Pon, dengan neptu 14 yang terbentuk dari gabungan nilai Rabu (7) dan Pon (7), menandakan kekuatan spiritual yang tinggi dan perlindungan alami.
Orang yang lahir pada Rabu Pon sering melaporkan pengalaman penyelamatan misterius, seperti pembatalan perjalanan mendadak yang berujung kecelakaan atau firasat kuat sebelum bencana terjadi.
Intuisi tajam dan jaringan sosial yang penuh niat baik membuat pemilik Rabu Pon jarang menjadi sasaran fitnah atau tindakan jahat, seakan memiliki perisai gaib yang menahan serangan negatif.
Weton kedua, Minggu Kliwon, memiliki neptu tinggi yang memberi pemiliknya daya spiritual alami, sekaligus sifat pendiam namun sarat kebijaksanaan mendalam.
Minggu Kliwon dikenal memiliki bakat penyembuhan, baik fisik, emosional, maupun batin, serta kemampuan menahan cobaan dengan cepat tanpa menimbulkan dampak serius.
Kedua weton tersebut menunjukkan pola perlindungan yang konsisten, di mana nasib buruk biasanya terhindarkan atau teratasi secara tiba‑tiba berkat energi yang diyakini mengalir dari alam.
Kebudayaan Jawa kini menyaksikan peningkatan minat pada primbon, terutama di kalangan generasi muda Surabaya yang mencari makna spiritual dalam kehidupan modern.
Artikel ini ditulis oleh Setyo Adi Nugroho, editor JawaPos.com, yang mengutip data resmi dari kanal YouTube Energi Weton serta catatan primbon klasik yang telah diwariskan turun‑menurun.
Sejauh ini, tidak ada perubahan signifikan dalam persepsi publik, dan kepercayaan terhadap 7 weton tetap kuat, menandakan keberlanjutan tradisi spiritual di era digital saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan