Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong

Media Kampung – Dalam upaya menuntaskan masalah sanitasi dan pencegahan penyakit menular, Ketua Umum Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Dadang Supriatna, menyampaikan empat rekomendasi strategis kepada para kepala daerah se-Papua. Rekomendasi ini disampaikan dalam Deklarasi 42 Kepala Daerah se-Tanah Papua pada Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberculosis (TBC) Berbasis Komunitas, yang berlangsung di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas dalam penguatan higiene sanitasi serta akselerasi quality control di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam konteks ini, Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong yang diharapkan dapat menjadi pijakan strategis bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas sanitasi dan mencegah penyebaran TBC.

Fakta Terkini Penyakit TBC di Indonesia

Ketua Umum AKKOPSI yang juga menjabat sebagai Bupati Bandung ini menegaskan bahwa TBC masih menjadi penyakit menular kedua terbesar di dunia setelah India. Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030. Namun, tantangan besar masih dihadapi karena sebagian besar kasus TBC menyerang kelompok usia produktif antara 15 hingga 54 tahun, yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus potensi ekonomi nasional.

Menurut Dadang Supriatna, kerugian negara akibat TBC mencapai Rp40 triliun per tahun. Pengobatan yang memerlukan waktu hingga enam bulan membuat penderita harus mendapatkan perhatian serius. Terlebih lagi, satu penderita TBC aktif yang belum diobati dapat menularkan bakteri kepada 10 hingga 15 orang di sekitarnya dalam satu tahun.

Karena itu, Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong sebagai langkah preventif sangat penting, dimulai dari perbaikan sanitasi lingkungan.

Empat Rekomendasi Strategis dari AKKOPSI

Dalam Deklarasi Sorong, AKKOPSI mengajukan empat rekomendasi utama sebagai langkah strategis untuk menanggulangi masalah sanitasi dan menekan angka penyebaran TBC di Tanah Papua, yaitu:

  1. Percepatan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop BABS
    Menargetkan seluruh wilayah di Tanah Papua untuk mencapai status 100% bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal ini penting agar masyarakat terhindar dari penyakit yang berbasis lingkungan.
  2. Verifikasi dan Penghargaan Daerah ODF Tercepat
    Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kabupaten/kota yang berhasil menjadi pelopor dan menerapkan eliminasi BABS tercepat di Tanah Papua sebagai bentuk motivasi dan pengakuan.
  3. Pembuatan Peraturan Bupati/Wali Kota tentang Ventilasi dan Jendela
    Mendorong penerbitan regulasi daerah yang mengatur tata kelola rumah sehat, termasuk kewajiban memiliki ventilasi dan jendela yang memadai untuk mencegah penularan penyakit saluran pernapasan.
  4. Penganggaran APBD untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)
    Mengalokasikan dana daerah untuk merenovasi rutilahu menjadi rumah yang layak huni, bersih, dan sehat sehingga mendukung upaya pencegahan penyakit.

Penguatan Sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Selain fokus pada lingkungan permukiman, Dadang Supriatna juga menekankan pentingnya sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai bagian utama dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa setiap SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) agar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal.

Di Kabupaten Bandung sendiri, terdapat 482 SPPG dengan 1,3 juta penerima manfaat MBG. Hampir 80 persen SPPG sudah mengantongi SLHS dan tidak ada SPPG yang disuspend oleh Badan Gizi Nasional, yang menjadi bukti keberhasilan penguatan higiene dan sanitasi dalam program tersebut.

Peran Kepala Daerah dalam Mengatasi Masalah Sanitasi dan TBC

Ketua Umum AKKOPSI mengingatkan bahwa tugas kepala daerah sangat penting dalam pencegahan dan pemberantasan TBC. Ia mengajak para pemimpin daerah untuk fokus mengatasi masalah ini agar tidak ada warga yang meninggal akibat penyakit TBC di daerah masing-masing.

Tuntaskan Masalah Sanitasi, Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna Sampaikan 4 Rekomendasi di Deklarasi Sorong menjadi panduan nyata untuk memperbaiki kualitas sanitasi dan lingkungan permukiman yang sehat, yang pada gilirannya dapat menekan angka penyebaran TBC dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Simpulan

Inisiatif dan rekomendasi yang disampaikan oleh Ketum AKKOPSI Dadang Supriatna dalam Deklarasi Sorong menjadi langkah strategis untuk mengatasi permasalahan sanitasi dan penyakit menular di Papua dan Indonesia pada umumnya. Dengan fokus pada penghapusan BABS, regulasi rumah sehat, perbaikan rumah tidak layak huni, serta penguatan sanitasi di SPPG, diharapkan target eliminasi TBC pada tahun 2030 dapat tercapai. Peran aktif kepala daerah dan sinergi semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang produktif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.