Media Kampung, Jakarta – Polda Metro Jaya mengamankan lima anak yang membawa bensin dan buah bintaro kering dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Senayan, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Kelima anak tersebut diduga memiliki niat melakukan aksi yang dapat memicu kerusuhan.

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, menyatakan bahwa kelima anak ini kedapatan membawa bahan bakar serta buah bintaro yang sudah disiapkan untuk pembakaran. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk mengantisipasi potensi kerusuhan yang lebih besar.

Baca juga:

Selain itu, Polda Metro Jaya juga menemukan indikasi adanya perekrutan dan pendanaan di balik kericuhan tersebut. Berdasarkan pemetaan penyidik, terduga perusuh dibagi ke dalam enam klaster, yakni kelompok anak-anak, perusuh biasa, pelaku perusakan dan penganiayaan, pembawa senjata tajam, penggerak dan pembiayaan, serta perekrut massa.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, menyampaikan bahwa penyidik menemukan fakta hukum adanya pihak yang menggerakkan serta membiayai aksi kerusuhan tersebut, yang membuat situasi semakin memburuk di Senayan.

Kericuhan bermula pada Kamis pagi saat demonstrasi anti-korupsi berlangsung di kompleks parlemen Senayan. Demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuntut pengesahan RUU Penyitaan Aset oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Demonstrasi berjalan aman dengan pengamanan sekitar 18.000 personel kepolisian.

Baca juga:

Namun, pada sore harinya, gelombang massa baru berkumpul di luar kompleks legislatif tanpa tuntutan yang jelas. Beberapa di antaranya membakar sampah dan berusaha menembus garis pengamanan, sehingga menimbulkan kerusuhan yang berujung pada kerusakan fasilitas umum dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kericuhan tersebut juga berdampak pada layanan transportasi di sekitar Senayan. Jalur Commuter Line di kawasan Tanah Abang dan Palmerah mengalami gangguan akibat kerumunan massa di jalur rel, sedangkan layanan bus Transjakarta dialihkan karena kondisi keamanan yang tidak stabil.

Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kericuhan ini untuk mengungkap dalang di balik perekrutan dan pendanaan yang menyebabkan kekacauan di Senayan. Langkah ini penting agar aparat dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjaga ketertiban umum.

Baca juga:

Situasi di Senayan juga menjadi perhatian publik karena demonstrasi anti-korupsi merupakan bagian dari tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Kericuhan yang terjadi mencederai tujuan damai dari aksi tersebut dan menimbulkan kerugian materi serta korban jiwa.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang agar proses hukum dapat berjalan sesuai aturan dan pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal.