Media KampungDaejon Love, pria berusia 35 tahun, ditangkap atas tuduhan melakukan penipuan besar-besaran dengan mengaku sebagai pemain NFL San Francisco 49ers. Dalam operasi selama lebih dari empat tahun, Love berhasil menipu lebih dari dua puluh wanita dengan total kerugian mencapai 1,3 juta dolar AS atau sekitar Rp18,7 miliar.

Love tidak hanya sekadar berpura-pura menjadi pemain NFL dengan mengenakan kostum dan atribut tim. Ia membangun sebuah skema kompleks yang meliputi pembuatan konten video palsu, penggunaan media sosial untuk memproyeksikan citra sebagai atlet profesional, serta menampilkan kemewahan palsu lengkap dengan merchandise 49ers yang melimpah. Salah satu video yang beredar bahkan menunjukkan Love menandatangani kontrak NFL yang diduga palsu.

Baca juga:

Bersama rekannya, Taylor Jamie Chan yang berusia 18 tahun, keduanya ditangkap pada 24 Agustus di Bandara Boise, Idaho, dengan tuduhan konspirasi dan penipuan menggunakan sarana komunikasi elektronik. Penyelidikan federal mengidentifikasi 26 korban dari berbagai negara bagian seperti California, Oregon, Washington, dan Idaho, dengan indikasi korban lain yang belum terungkap.

Baca juga:

Skema ini menunjukkan bagaimana Love memanfaatkan kepercayaan korban dengan membangun narasi diri sebagai atlet sukses dan ahli investasi. Hal ini membuat korban terdorong memberikan dana yang kemudian diselewengkan. Kasus ini menjadi peringatan penting tentang bahaya penipuan identitas yang semakin canggih di era digital.

Baca juga:

Penegak hukum terus mengembangkan investigasi untuk mengungkap seluruh jaringan dan korban penipuan ini, serta mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa di masa mendatang.