Media Kampung, Jakarta – Massa demonstran masih bertahan di kawasan bawah Fly Over Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, menyusul aksi demo ricuh yang terjadi sejak 27 Agustus 2026. Situasi di lokasi tetap panas dengan kehadiran kerumunan massa yang didominasi pelajar STM, warga sekitar, dan ojek online.
Kerumunan massa terlihat berkumpul terutama di sekitar Pejompongan, tepatnya di depan Menara BNI dan di bawah kolong tol Slipi. Aparat kepolisian yang berjaga di depan Gedung Manggala Wanabakti dan Kementerian Kehutanan terus berupaya mengendalikan situasi dengan menembakkan gas air mata secara berkala, namun massa belum membubarkan diri.
Lalu lintas kendaraan bermotor di jalur dari Bendungan Hilir menuju Jalan Tentara Pelajar dan Stasiun Palmerah terhambat total akibat aksi ini. Meski begitu, perjalanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Parung Panjang telah kembali normal pagi ini, meskipun pada dini hari sempat terganggu dan KRL hanya melayani perjalanan sampai Stasiun Palmerah.
Selain itu, sejumlah massa juga masih terlihat berkumpul dekat Halte Petamburan, Grogol, Jakarta Barat, sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga mereka adalah peserta demo yang sempat bentrok dengan aparat keamanan pada malam sebelumnya.
Demo yang bermula pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dilakukan oleh berbagai aliansi masyarakat, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), untuk mengawal janji DPR terkait pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset yang dijadwalkan pada 15 Desember 2026. Meski sebagian massa membubarkan diri setelah pertemuan dengan pimpinan DPR, kerusuhan dan aksi anarkis seperti pembakaran ban dan pelemparan batu tetap terjadi hingga malam dan pagi hari berikutnya.
Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi aksi demo, termasuk dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Polisi mencurigai adanya keterlibatan kelompok anarko yang melakukan konsolidasi dan penggalangan dana untuk mengarahkan aksi unjuk rasa ini.
Situasi ini berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Pusat dan sekitarnya. Pengendara disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas yang terjadi akibat demonstrasi ini.
Demonstrasi yang masih berlangsung ini menjadi perhatian serius aparat keamanan dan masyarakat karena berimbas pada aktivitas transportasi dan ketertiban umum di ibu kota.












Tinggalkan Balasan