Media Kampung – Aktor Korea Selatan Kwak Dong Yeon resmi memulai masa wajib militernya pada 26 Agustus 2026. Aktor yang dikenal melalui perannya dalam drama populer ‘Queen of Tears’ ini menjalankan kewajiban sebagai warga negara Korea Selatan dengan memasuki pusat pelatihan militer.

Kwak Dong Yeon telah membangun karier di berbagai genre drama dan film, termasuk ‘Vincenzo’, ‘Big Mouth’, dan ‘Gaus Electronics’. Meskipun harus hiatus dari dunia hiburan, masa wajib militer ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya.

Baca juga:

Di Indonesia, kegiatan militer juga semakin aktif dengan berbagai event dan latihan. Salah satunya adalah PRIMAROX 2026, yang digelar untuk menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 26 September 2026. Ajang ini memadukan tiga elemen olahraga fisik dan menampilkan tantangan bergaya militer, seperti mengangkat kotak amunisi dan membalikkan ban traktor. PRIMAROX terbuka bagi masyarakat umum dan anggota TNI/Polri, menguji kekuatan fisik, daya tahan, dan mental peserta.

Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2026 yang melibatkan sekitar 5.000 personel militer dari Indonesia, Amerika Serikat, dan 13 negara mitra lain. Latihan yang berlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026 ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan menghadapi tantangan keamanan regional. Kegiatan mencakup latihan komando, operasi maritim, dan pertukaran profesional antar militer negara peserta.

Baca juga:

Menurut laporan International Institute for Strategic Studies (IISS), Indonesia masuk dalam 15 negara dengan jumlah personel militer aktif terbanyak pada 2025, berada di peringkat ke-13 dengan sekitar 430 ribu personel, dominan di Angkatan Darat. Besarnya personel mencerminkan kebutuhan pertahanan Indonesia yang luas dan kompleks.

Dalam konteks keamanan Papua, isu penarikan pasukan militer Indonesia dari Tanah Papua masih menjadi perdebatan. Seruan dari akademisi internasional agar TNI ditarik tidak terealisasi, malah jumlah pasukan terus bertambah setiap tahun dengan berbagai operasi militer. Para akademisi menilai pendekatan militer tidak menyelesaikan akar masalah politik dan hak asasi manusia di Papua, justru memperpanjang konflik dan membuat dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Baca juga:

Perkembangan ini menunjukkan kompleksitas peran militer baik di Korea Selatan maupun Indonesia, dari kewajiban warga negara hingga tantangan latihan dan operasi militer besar-besaran. Masyarakat dan penggemar perlu memahami dinamika ini sebagai bagian dari tanggung jawab negara dan upaya menjaga stabilitas serta keamanan nasional dan regional.