Media Kampung – Ratusan mahasiswa di Jember menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jember pada Senin, 16 Juni 2026. Mereka menyuarakan empat tuntutan utama yang langsung diterima oleh Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim. Halim berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat, DPR RI, dan Presiden.

Aksi yang digelar oleh Cipayung Plus Jember dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi serentak di berbagai daerah di Indonesia. Tuntutan yang disampaikan meliputi pengendalian krisis ekonomi melalui penurunan harga bahan pokok dan BBM, realokasi anggaran negara, serta evaluasi program prioritas pemerintah.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak revisi Undang-Undang Polri dan penghentian kriminalisasi, serta revisi Undang-Undang TNI dan penghentian praktik militerisme di ruang sipil. Dalam dialog yang berlangsung, sejumlah program prioritas pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) turut dibahas.

Ahmad Halim menegaskan bahwa DPRD Jember berkomitmen menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah pusat. Kami menerima aspirasi yang disampaikan teman-teman mahasiswa. Sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan kami sebagai lembaga perwakilan daerah, tuntutan ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat, DPR RI, maupun Presiden, ujar politikus Partai Gerindra itu.

Mahasiswa berharap aspirasi dari daerah ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional yang lebih berpihak kepada masyarakat. Demonstrasi di Jember menjadi salah satu dari banyak aksi serupa yang terjadi secara nasional dengan tuntutan yang relatif sama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.