Media Kampung – Ribuan demonstran Meksiko memblokir akses menuju Stadion Azteca di Kota Meksiko pada Selasa, 9 Juni 2026, hanya beberapa hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh kelompok pecahan serikat guru CNTE dan merupakan bagian dari protes yang telah berlangsung selama sepekan.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut aksi tersebut sebagai provokasi yang berupaya menggambarkan situasi di Meksiko lebih buruk dari kenyataan. Untuk mencegah massa mencapai stadion, aparat keamanan membentuk blokade di sejumlah titik dan memasang penghalang beton. Ribuan petugas keamanan dikerahkan di sekitar lokasi pertandingan.
Meskipun demikian, aksi berlangsung relatif tertib. Para demonstran bertahan di jalan selama sekitar tiga jam sebelum membubarkan diri. Kepala Keamanan Kota Meksiko, Pablo Vazquez, mengatakan unjuk rasa berlangsung damai tanpa insiden besar. Sheinbaum menegaskan bahwa pertandingan pembuka Piala Dunia tetap akan berlangsung sesuai jadwal.
Pemerintah menolak menggunakan tindakan represif dan memilih pendekatan dialog. Namun, hingga kini dialog belum menghasilkan kesepakatan. Serikat guru CNTE yang mogok kerja sejak pekan lalu tetap mempertahankan tuntutan kenaikan gaji dan pembatalan undang-undang pensiun. Pemerintah menilai tuntutan tersebut sulit dipenuhi.
Para guru juga mendirikan perkemahan di dekat zona penggemar Piala Dunia di Lapangan Zocalo sebagai bagian dari protes. Ketegangan sebelumnya sempat meningkat ketika polisi membubarkan demonstran pada 1 Juni menggunakan gas air mata dan peluru karet. Para guru berencana menggelar aksi lanjutan pada Kamis, 11 Juni 2026 yang akan melibatkan keluarga korban orang hilang di Meksiko.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




