Media Kampung – Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Surabaya kembali menggelar program interaktif ‘Dialog Siskamling’ dengan tema ‘Masyarakat Peduli Kamtibmas Bersama Cegah Narkoba dan Kenakalan Remaja’. Acara yang berlangsung pada 25 Juni 2026 ini menghadirkan tiga narasumber dari BNNP Jatim dan Polda Jatim untuk membahas strategi pencegahan dari sisi hukum, keamanan, dan rehabilitasi sosial.
Ahmad Syahirul Basyir dari BNNP Jatim menekankan bahwa peredaran narkoba kini merambah ke berbagai usia, termasuk remaja. Menurutnya, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Masyarakat melalui pos ronda dan lingkungan RT/RW harus menjadi sistem peringatan dini (early warning system). ‘Ketika ada gerak-gerik mencurigakan atau perubahan perilaku pada anak remaja, lingkungan harus peka,’ ujar Ahmad. Ia juga menyebut program ‘Desa Bersinar’ (Bersih Narkoba) yang mengintegrasikan peran aktif warga untuk mempersempit ruang gerak bandar.
Dari sisi Kamtibmas, Ditbinmas Polda Jatim menyoroti maraknya tawuran, balap liar, dan geng motor. Briptu I Gusti Bagus Rama Asna menjelaskan bahwa personel Bhabinkamtibmas siap berkolaborasi dengan warga untuk memetakan titik rawan. Langkah yang dilakukan antara lain patroli bersama, mengaktifkan kembali pos ronda, memantau jam malam remaja, serta sambang ke sekolah-sekolah untuk edukasi hukum.
Sementara itu, Bripda Aufa Aurigza dari Subditbintinsos menambahkan pentingnya pembinaan sosial bagi remaja yang mulai menunjukkan perilaku menyimpang. ‘Kenakalan remaja sering dipicu minimnya ruang kreasi dan salah pergaulan. Kami mengajak orang tua dan perangkat desa untuk merangkul mereka, bukan menjauhi. Sediakan wadah positif seperti karang taruna atau kegiatan olahraga,’ jelasnya.
Ketiga narasumber sepakat bahwa esensi Siskamling di era modern harus bertransformasi. Tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga melindungi lingkungan dari ‘penyakit masyarakat’ seperti narkoba dan tawuran. Masyarakat diimbau memanfaatkan teknologi, seperti grup WhatsApp lingkungan, untuk mempercepat koordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau Babinsa setempat jika menemukan indikasi gangguan Kamtibmas.
Melalui siaran Pro 4 RRI Surabaya, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, meningkat demi menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas narkoba untuk menyelamatkan generasi emas bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan