Media Kampung, Surabaya – Pengelola mal di Surabaya melakukan pemendekan pagar yang telah terpasang di beberapa pusat perbelanjaan di kota tersebut. Langkah ini diambil menyusul arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang meminta agar pagar mal tidak terlalu tinggi demi menjaga estetika dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Beberapa mal di kawasan Surabaya Tengah dan Surabaya Barat, seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall, terlihat telah memotong bagian atas pagar besi yang sebelumnya menjulang sekitar dua meter menjadi sekitar 1,5 meter. Pagar berwarna hijau ini, yang sebelumnya dinilai menghalangi tampilan gedung utama, kini lebih rendah dan tidak mengganggu estetika kota.
Arahan Wali Kota dan Tujuan Pemendekan Pagar
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kota Surabaya aman, sehingga tidak diperlukan pagar yang tinggi yang dapat membuat orang merasa takut saat melintas. Ia meminta agar pagar mal dipasang dengan ketinggian yang wajar supaya area sekitar tetap terang dan tidak menimbulkan kesan menakutkan.
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menyatakan bahwa pemendekan pagar tersebut bertujuan untuk menjaga penampilan tata kota dan estetika kota Surabaya. Proses pemendekan dilakukan dengan melepas pagar yang sudah terpasang, memotongnya lebih pendek, lalu memasangnya kembali.
Lokasi dan Kondisi Pemasangan Pagar
Pagar besi yang dipasang mengelilingi halaman depan mal di beberapa kawasan, antara lain di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Di kawasan Surabaya Selatan, pagar dipasang di atas pagar beton setinggi sekitar 60 sentimeter, sementara di kawasan Surabaya Tengah pagar besi dipasang langsung tanpa alas beton.
Beberapa pagar masih dalam proses pemasangan dan pemendekan, menyesuaikan dengan arahan wali kota tersebut.
Makna Pemendekan Pagar bagi Kota Surabaya
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dan pengelola mal untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kota Surabaya tanpa mengurangi keamanan. Dengan pagar yang tidak terlalu tinggi, ruang publik di sekitar mal menjadi lebih terbuka dan pencahayaan jalan tetap optimal, sehingga warga merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di sekitar mal.
Penataan pagar ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta untuk meningkatkan kualitas tata kota, yang pada akhirnya berkontribusi pada citra Kota Surabaya sebagai kota yang ramah, aman, dan estetis.














Tinggalkan Balasan