Media Kampung – Dunia musik Indonesia berduka atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di RS Siloam Semanggi. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan karya sang maestro, Erwin Gutawa bersama orkestranya memberikan tribute khusus dalam acara Pestapora 2026 di Taman Riang Gembira, yang digelar pada hari yang sama.

Tribute ini muncul secara spontan setelah Erwin dan timnya menerima kabar duka tersebut. Mereka langsung berlatih di belakang panggung sebelum tampil. Dari atas panggung Pestapora, Erwin mengajak penonton untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi almarhum Guruh Soekarnoputra.

Erwin Gutawa Orchestra membawakan “Kala Sang Surya Tenggelam”, salah satu karya Guruh yang populer lewat penyanyi Chrisye. Melalui lagu ini, mereka mengenang perjalanan dan kontribusi Guruh dalam industri musik Tanah Air. Erwin menyampaikan harapannya agar arwah Guruh mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Taala.

Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai tokoh maestro dan seniman besar Indonesia yang meninggalkan jejak mendalam dalam dunia musik. Erwin juga menyebut Guruh sebagai sahabat sekaligus legenda musik yang sangat dihormati.

Setelah tribute tersebut, Erwin Gutawa Orchestra melanjutkan penampilannya dengan kolaborasi bersama Fourtwnty, membawakan sejumlah karya musik yang pernah dibuat Erwin untuk Chrisye seperti “Angin Malam”, “Seperti yang Kau Minta”, “Cintaku”, “Andai Aku Bisa”, “Lilin Kecil”, dan “Pergilah Kasih”.

Momen tribute ini menjadi bentuk penghormatan langsung dari panggung Pestapora kepada Guruh Soekarnoputra, sekaligus mengingatkan publik akan karya dan legacy yang telah ditinggalkannya dalam dunia musik Indonesia.