Media Kampung – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara menggagalkan penyelundupan 113 kilogram sabu yang diduga berasal dari Malaysia. Barang haram tersebut ditemukan setelah petugas mengejar kendaraan yang melintas menuju wilayah Aceh.

Pengungkapan kasus itu disampaikan setelah operasi pengejaran yang dilakukan hingga Aceh Timur. Petugas sebelumnya menerima informasi terkait pergerakan kendaraan yang diduga membawa narkotika.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 113 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkusan teh. Namun, tersangka masih dalam pengejaran karena berhasil melarikan diri,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andy Arisandi, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026.

Kombes Pol Andy Arisandi menjelaskan petugas membuntuti sebuah mobil Toyota Innova dari Kabupaten Langkat. Kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut narkotika menuju wilayah Aceh. Proses pengejaran berlangsung sekitar satu setengah jam hingga memasuki wilayah Aceh Timur.

Selama pengejaran, pengemudi tetap berusaha melarikan diri meski telah diberikan peringatan. Kendaraan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi terperosok ke dalam parit. Namun, pengemudi berhasil melarikan diri sebelum petugas melakukan penangkapan.

Selain sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pelaku. Barang bukti tersebut kini digunakan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Berikut adalah barang bukti yang berhasil diamankan: 113 kilogram sabu, kartu identitas, surat izin mengemudi, telepon seluler, dan dokumen kendaraan.

Polda Sumut masih mendalami identitas pelaku dan jaringan yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Seluruh barang bukti sedang dianalisis untuk mendukung proses pengembangan kasus.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sabu diduga masuk dari Malaysia melalui pesisir Sumatera Utara. Barang tersebut kemudian direncanakan masuk ke Aceh untuk didistribusikan lebih lanjut.

“Tim masih terus bergerak melakukan pengembangan kasus dan memburu pelaku di wilayah Aceh. Kami berkomitmen mengungkap seluruh jaringan yang terlibat,” katanya.

Polda Sumut memastikan pengejaran terhadap pelaku masih terus dilakukan. Polisi juga berupaya mengungkap jaringan internasional yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.