Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara bertahap menutup 118 perlintasan sebidang sebagai langkah meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Program berkelanjutan ini telah mencapai 69 persen dari target prioritas nasional, dengan sisa 54 lokasi yang masih dalam proses penyelesaian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa penutupan perlintasan sebidang bertujuan mengurangi risiko kecelakaan. Menurut data perusahaan, kecelakaan di perlintasan sebidang selama ini banyak disebabkan oleh pelanggaran aturan saat kereta akan melintas. “Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Anne menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini. Sejumlah daerah telah menuntaskan target penutupan, antara lain Divisi Regional I Sumatera Utara (39 lokasi), Daerah Operasi 4 Semarang (11 lokasi), Divisi Regional III Palembang (6 lokasi), serta Daerah Operasi 2 Bandung dan Daerah Operasi 7 Madiun.
Menjelang liburan, KAI mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. “Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri sebelum melintas. Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap perjalanan,” kata Anne. Ia juga mengingatkan penumpang untuk mengatur waktu perjalanan dengan cermat agar tiba lebih awal di stasiun dan tidak terburu-buru saat boarding.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya disiplin berlalu lintas. “Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan yang harus diutamakan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang,” ujarnya. KAI terus mengajak masyarakat waspada dan mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan