Media Kampung – Kalsium tidak hanya penting untuk tulang dan gigi, tetapi juga berperan dalam fungsi jantung, otot, dan sistem saraf. Kekurangan kalsium atau hipokalsemia dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering diabaikan. Berikut adalah sembilan tanda tubuh Anda kekurangan kalsium dan cara mengatasinya.

Gejala Kekurangan Kalsium

Menurut laporan dari Alodokter, kebutuhan kalsium harian bervariasi berdasarkan usia. Anak usia 0-9 tahun membutuhkan 200-1.000 mg per hari, sedangkan usia 10 tahun ke atas membutuhkan 1.000-1.200 mg per hari. Kekurangan kalsium yang berlangsung lama dapat memicu gejala berikut:

Baca juga:
  • Kesemutan di sekitar mulut, jari tangan, dan kaki
  • Kram dan nyeri otot
  • Kejang
  • Gangguan psikologis seperti depresi, mudah lupa, dan kebingungan
  • Kuku dan rambut rapuh
  • Mudah lelah
  • Tulang rapuh atau mudah patah (osteoporosis) meski tanpa cedera berat
  • Nafsu makan berkurang

Penyebab Kekurangan Kalsium

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipokalsemia antara lain kurangnya asupan vitamin D, pola makan vegetarian, efek samping obat tertentu, gangguan penyerapan nutrisi, serta penyakit seperti gangguan hormon, pankreatitis, atau kekurangan albumin.

Cara Mencegah dan Mengatasi

Untuk mencegah kekurangan kalsium, pastikan makanan sumber kalsium menjadi bagian dari menu harian Anda. Berikut beberapa sumber kalsium alami:

Baca juga:
  • Ikan laut: teri, salmon, sarden
  • Buah-buahan: jeruk, kiwi, plum, stroberi, pepaya, ara, kurma
  • Kacang-kacangan: kedelai, almond, edamame
  • Sayuran: brokoli, okra, bok choy, bayam
  • Susu dan produk olahan: keju, yoghurt
  • Roti gandum dan sereal yang diperkaya kalsium

Selain dari makanan, suplemen kalsium bisa menjadi pilihan, namun konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sangat penting untuk menghindari interaksi obat dan risiko kelebihan kalsium. Konsumsi berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Risiko Kekurangan Kalsium Jangka Panjang

Jika dibiarkan, kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis, patah tulang, rakitis, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker (kolorektal, rektum, prostat), serta preeklamsia pada ibu hamil.

Baca juga: