Media Kampung – Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi I Made Yudi Mahardika menekankan pentingnya evaluasi nyeri yang berlangsung lama. Menurutnya, nyeri adalah sinyal tubuh yang menandakan adanya masalah kesehatan sehingga tidak boleh diabaikan.

Dalam Press Conference Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026 di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026, Yudi menjelaskan bahwa setiap orang harus menyadari perubahan pada tubuh, termasuk munculnya rasa nyeri. Ia menegaskan nyeri yang bertahan selama satu hingga dua minggu wajib dievaluasi lebih lanjut.

“Jangan pernah menyepelekan suatu nyeri yang, terutama nyeri yang bertahan 1-2 minggu, sudah minum obat, sudah paling awal mesti pijet. Nggak membaik nih, nah itu wajib sekali untuk dievaluasi,” kata Yudi.

Pemeriksaan tidak hanya bertujuan menghilangkan rasa nyeri, tetapi juga mencari penyebab utama yang memicu keluhan tersebut. Yudi mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini lebih sering memeriksakan kolesterol, asam urat, dan kesehatan umum, sementara pemeriksaan kesehatan tulang maupun lutut masih jarang dilakukan secara rutin.

Menurutnya, penggantian sendi lutut umumnya diperuntukkan bagi pasien berusia di atas 65 tahun. Pada usia yang lebih muda, penanganan dilakukan melalui evaluasi kondisi lutut dan penyebab keluhan. “Karena penggantian sendi lutut itu biasanya kita gunakan pada pasien di atas umur 65 tahun. Karena pasien itu akan implantasi awet, aktivitasnya juga lebih bisa kita takar,” ujarnya.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui rontgen dan MRI jika diperlukan. Yudi menegaskan bahwa nyeri yang tidak membaik setelah istirahat atau pengobatan sebaiknya segera dievaluasi, terutama bila disertai pembengkakan menetap.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.