Media Kampung, Boyolali – Ratusan naskah kuno ditemukan di rumah kosong milik almarhum Cipto Raharjo, warga Tumang Tempel, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dokumen-dokumen tulisan tangan dan cetakan ini tersimpan di dalam lemari rumah tersebut yang tidak berpenghuni sejak 2007.
Penemuan ini bermula dari program penelusuran naskah yang dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Boyolali bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta filolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Mereka membuka rumah tersebut dengan izin keluarga untuk mengidentifikasi koleksi yang tersimpan.
Keberagaman Koleksi Naskah
Pustakawan Ahli Pertama Perpusda Boyolali, Anang Abdul Harahab, menyatakan bahwa koleksi yang ditemukan sangat beragam. Berdasarkan identifikasi awal, naskah-naskah tersebut berasal dari periode 1917 hingga 1950-an. Beberapa naskah penting yang ditemukan antara lain:
- Safinatun Najah, sebuah kitab fiqih berbahasa Arab Pegon yang dilengkapi terjemahan, memuat panduan dan hukum-hukum Islam.
- Primbon Jawa, berisi perhitungan weton lahir dan ramalan peruntungan rezeki berdasarkan hari lahir seseorang.
- Serat Warna-Warni dan Serat Petung, naskah berbahasa dan beraksara Jawa yang mengandung rumus perhitungan tradisional.
- Karya sastra fiksi berupa roman dusun yang ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa, yang kini dapat disamakan dengan novel, terdiri dari dua jilid.
Nilai Sejarah dan Upaya Pelestarian
Naskah-naskah ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, tetapi juga sebagai sumber wawasan keilmuan dan budaya lokal yang kaya. Kepala Desa Cepogo, Mawardi, mengungkapkan bahwa sosok Cipto Raharjo sangat dihormati oleh masyarakat setempat sebagai penulis dan pemilik ilmu yang mendalam.
Perpusda Boyolali berencana menggandeng akademisi untuk mendalami isi dan nilai sejarah dari seluruh koleksi naskah tersebut. Prioritas saat ini adalah mendigitalisasi naskah tulisan tangan guna menjaga kelestarian dan memudahkan akses penelitian di masa depan.
Kontribusi terhadap Pelestarian Budaya
Penemuan naskah kuno ini menjadi gambaran pentingnya pelestarian dokumen budaya sebagai warisan intelektual dan spiritual. Selain memberikan wawasan tentang sejarah lokal dan praktik keagamaan, naskah-naskah ini juga memperkaya khazanah sastra dan tradisi masyarakat Jawa di Boyolali.
Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, diharapkan naskah-naskah tersebut dapat diinventarisasi, dikaji, dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan penelitian yang berharga.
Penemuan ini tidak hanya menambah koleksi sejarah yang ada, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang tersembunyi di berbagai wilayah Indonesia.















Tinggalkan Balasan