Media Kampung – Jakarta – Aktivis Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fery Rahman, mengusulkan agar kasus dugaan pemalsuan riset yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) diusut secara menyeluruh. Ia menilai kasus ini penting untuk ditelusuri karena diduga melibatkan kolaborator dan dukungan institusi akademik tertentu.

Fery menegaskan bahwa riset akademik tidak berjalan sendiri tanpa referensi maupun kerja sama dengan institusi pendidikan. Oleh karena itu, ia meminta agar institusi yang mendukung maupun berkolaborasi ikut diinvestigasi terkait dugaan pemalsuan tersebut.

Fery mempertanyakan proses seleksi peserta konferensi internasional, khususnya apakah penyelenggara sudah melakukan peer review terhadap orisinalitas riset sebelum memberikan pendanaan resmi. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas peneliti Indonesia di tingkat global.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan tengah mengusut dugaan fabrikasi data penelitian yang melibatkan WNI. Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa kasus ini akan diproses melalui verifikasi objektif dan pihak terkait diberi ruang untuk klarifikasi.

Menteri Brian juga mengungkapkan bahwa para pihak yang terlibat tidak terindikasi sebagai dosen aktif, namun kasus ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi persepsi terhadap ekosistem riset nasional.

Indonesia sendiri telah memiliki sistem komite etik dan penjaminan mutu yang siap menangani pelanggaran akademik seperti ini secara objektif dan transparan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.