Media Kampung, Pasuruan — Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur menggelar doa bersama, tabur bunga, dan selamatan jenang sengkolo di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para korban kecelakaan sekaligus keprihatinan atas rentetan kecelakaan maut yang berulang di kawasan tersebut.
Aksi budaya yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB itu diikuti ratusan seniman, budayawan, masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pandaan. Mereka bersama-sama memanjatkan doa, menabur bunga di lokasi kejadian, hingga membagikan jenang sengkolo kepada masyarakat.
Tradisi Budaya sebagai Ikhtiar
Ketua Umum FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menegaskan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar budaya dan tidak mewakili kelompok keagamaan tertentu. Menurutnya, pendekatan budaya dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang terus berulang di Simpang Patung Sapi.
“Acara intinya adalah tabur bunga dan selamatan jenang sengkolo. Tahlil tadi menjadi penutup. Karena ini aktivitas kebudayaan, kami mengambil sisi kulturalnya. Apa yang bisa kami lakukan ketika terjadi musibah seperti ini,” ujar Ki Bagong.
Antusiasme Masyarakat Melampaui Perkiraan
Antusiasme masyarakat yang hadir jauh melampaui perkiraan panitia. Semula, penyelenggara hanya memperkirakan sekitar 30 hingga 50 peserta dari kalangan seniman dan budayawan Pasuruan. Namun, jumlah peserta membludak hingga ratusan orang. Hal itu berdampak pada jumlah jenang sengkolo yang dibagikan. Jika awalnya panitia hanya menyiapkan sekitar 100 bungkus, jumlah tersebut akhirnya meningkat hampir sepuluh kali lipat.
“Alhamdulillah hari ini hampir tembus 1.000 pack jenang sengkolo yang kami bagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Rangkaian Acara
Setelah prosesi tabur bunga dan pembagian jenang sengkolo, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama di Punden Mbah Nawangsari yang berada di Balai Dusun Ngglang, Desa Tawangrejo. Acara tersebut turut dihadiri Camat Pandaan, Kapolsek Pandaan, perwakilan Koramil, serta seniman dan budayawan dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Kota Batu, Malang, Sidoarjo, hingga Surabaya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan tersebut, FPK Jawa Timur berharap kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di Simpang Empat Patung Sapi semakin meningkat. Selain menjadi doa bagi para korban yang telah meninggal dunia, aksi budaya itu juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tragedi serupa tidak terus berulang.






















Tinggalkan Balasan