Media Kampung – Seorang ibu-ibu pengendara motor di Magetan, Sri, resmi diangkat menjadi Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026 setelah aksi berani menahan bus AKAP yang mencoba menerobos lampu merah di persimpangan Glodoh, Karangrejo.
Peristiwa terjadi pada bulan Ramadan lalu, tepatnya ketika Sri menunggu lampu merah di persimpangan Karangrejo. Lampu berwarna merah, ia menghentikan kendaraannya sesuai peraturan lalu lintas.
Di belakangnya, sebuah bus antarkota antar provinsi (AKAP) melaju dekat dan mulai membunyikan klakson secara berulang-ulang, seolah mendesak Sri untuk melaju meski lampu masih merah. Sri tetap tenang dan menegakkan rambu lalu lintas hingga lampu berubah hijau.
Pengendara lain yang berada di lokasi merekam aksi tersebut dan video cepat tersebar di media sosial, memicu pujian luas dari masyarakat. Rekaman menampilkan keteguhan Sri menghadapi tekanan suara keras bus yang terus menekan.
Menanggapi viralnya video, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menggelar audiensi dan mediasi khusus pada Selasa, 5 Mei 2024, bersama Sri serta sopir bus yang terlibat. Pertemuan itu menjadi forum klarifikasi dan penyelesaian.
Dalam acara tersebut, Sri dianugerahi penghargaan Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026 sebagai bentuk apresiasi atas ketaatannya pada aturan lalu lintas dan keberaniannya menjadi contoh bagi pengendara lain.
“Apa yang dilakukan Ibu Sri adalah bentuk keberanian sekaligus kepatuhan terhadap aturan. Ini adalah teladan yang sangat baik bagi masyarakat,” ujar Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.
Dia menambahkan, penghargaan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif. “Kami berharap kehadiran Duta Lalu Lintas seperti Ibu Sri bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih disiplin dan menghargai keselamatan di jalan,” tambahnya.
Setelah mediasi, sopir bus menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Sri dan menegaskan komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Polisi juga memberikan edukasi khusus kepada pengemudi transportasi umum tentang pentingnya kesabaran dan prioritas keselamatan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa edukasi kepada pengemudi bus dan kendaraan umum akan terus dilakukan, terutama pada bulan Ramadan ketika volume kendaraan meningkat dan tekanan di jalan cenderung lebih tinggi.
Latar belakang kejadian ini menyoroti tantangan lalu lintas di Magetan, khususnya di jalur-jalur utama yang sering menjadi titik rawan pelanggaran lampu merah. Upaya aparat dalam menegakkan disiplin berkendara menjadi semakin penting menjelang musim mudik dan hari raya.
Hingga kini, Sri telah mulai menjalankan peran barunya sebagai Duta Lalu Lintas, berpartisipasi dalam kampanye keselamatan jalan dan memberikan contoh nyata di berbagai forum komunitas. Kehadiran beliau diharapkan memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Magetan ke tahun-tahun berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan