Media Kampung – Berdasarkan laporan Edge, Nvidia saham naik 14% pada bulan April, didorong oleh lonjakan permintaan AI dan kolaborasi strategis dengan ServiceNow, sekaligus menambah peluang menyalip Alphabet sebagai perusahaan terbesar dunia.

Kenaikan tersebut mengangkat kapitalisasi pasar Nvidia melewati US$1 triliun, menempatkannya di antara lima perusahaan teratas secara nilai pasar, sementara indeks teknologi global mencatat pergerakan positif.

Peningkatan permintaan chip AI, khususnya seri H100, menciptakan arus pesanan baru dari pusat data yang berupaya memperkuat kemampuan komputasi generatif, sehingga memperkuat profitabilitas Nvidia pada kuartal keempat.

Di sisi lain, Nvidia mengumumkan kerja sama dengan ServiceNow untuk mengembangkan agen AI bergaya OpenClaw, sebuah langkah yang mengintegrasikan kemampuan pemrosesan bahasa alami ke dalam platform layanan TI, memperluas ekosistem produk perusahaan.

Kolaborasi ini menambah nilai tambah pada portofolio AI Nvidia, yang menurut analis pasar dapat meningkatkan pendapatan layanan cloud sebesar dua digit dalam lima tahun ke depan.

Menurut laporan MSN, Alphabet kini mendekati posisi Nvidia sebagai perusahaan terbesar dunia, menandakan kompetisi intens di sektor teknologi tinggi yang dipicu oleh inovasi AI.

CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan dalam wawancara MSN bahwa perusahaan kini memiliki “nol persen” pangsa pasar di China, menegaskan strategi penjualan yang difokuskan pada wilayah lain setelah pembatasan ekspor.

Huang menambahkan, “Kami tetap fokus pada pelanggan global yang membutuhkan solusi AI terdepan, tanpa mengorbankan standar kualitas atau inovasi.”

Sejak 2020, Nvidia telah mendominasi pasar GPU untuk beban kerja AI, mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan lebih dari 50%, sekaligus memanfaatkan akuisisi Mellanox untuk memperkuat infrastruktur data center.

Analisis terbaru dari bank investasi menyebutkan bahwa harga saham Nvidia dapat terus naik jika permintaan chip AI tetap kuat, sementara risiko regulasi di China tetap menjadi faktor penghambat jangka pendek.

Pembaruan terakhir menunjukkan bahwa saham Nvidia diperdagangkan di atas US$600 per lembar, dengan volume perdagangan harian meningkat 30% dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya.

Para investor kini menantikan laporan kuartal pertama untuk menilai dampak kolaborasi ServiceNow dan stabilitas pasokan chip, yang akan menentukan apakah Nvidia dapat mempertahankan momentum dan mengukir rekor baru di pasar global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.