Media Kampung – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta kementeriannya untuk menggerakkan peran universitas dalam proyek Giant Sea Wall yang berskala nasional.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Brian menjelaskan bahwa hasil riset dari perguruan tinggi, termasuk yang telah diuji coba di Demak dan Semarang, akan dijadikan dasar teknis untuk percepatan pembangunan tanggul laut.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dosen dan peneliti agar inovasi akademik dapat langsung diimplementasikan pada infrastruktur strategis.
Meski urgensi tinggi, Brian belum mengungkapkan jadwal pasti realisasi Giant Sea Wall.
Didit Herdiawan, Kepala Badan Pengelola Otorita Pantai Utara, menambahkan bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada wilayah Pantura, khususnya di pantai utara Jawa.
Ia menegaskan bahwa proyek masih berada pada fase perencanaan mendalam, termasuk studi kelayakan konstruksi dan analisis sumber daya.
Didit juga menyoroti potensi pemanfaatan limbah industri dan sampah laut sebagai material pendukung dalam pembangunan tanggul.
Pernyataan tersebut disampaikan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 20 April 2026.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi siap memfasilitasi transfer teknologi dari laboratorium kampus ke lapangan, termasuk penyediaan data geospasial dan model simulasi gelombang.
Kerjasama lintas sektor diharapkan dapat mempercepat proses pengujian dan validasi desain tanggul yang tahan terhadap perubahan iklim.
Presiden Prabowo menekankan bahwa proyek Giant Sea Wall merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat pertahanan pantai dan mengurangi risiko banjir.
Ia menambahkan bahwa dukungan akademisi menjadi kunci keberhasilan karena mereka memiliki kompetensi riset yang relevan.
Sejumlah universitas terkemuka di Indonesia, termasuk ITB, UI, dan ITS, telah diminta menyiapkan tim khusus untuk menelaah proposal teknis.
Tim tersebut akan menilai kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, serta potensi integrasi dengan program pengelolaan sampah laut.
Jika disetujui, pendanaan awal diperkirakan akan berasal dari APBN serta skema kemitraan publik-swasta.
Pemerintah menargetkan agar fase perencanaan selesai pada akhir 2026, meskipun batas waktu final belum diumumkan.
Pengembangan Giant Sea Wall dipandang sebagai langkah strategis untuk melindungi zona ekonomi eksklusif Indonesia serta mendukung kelangsungan industri perikanan.
Dengan melibatkan kampus, diharapkan inovasi lokal dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.
Situasi terkini menunjukkan bahwa koordinasi antara kementerian, DPR, dan otoritas pantai sedang intensif, sementara detail teknis masih dalam proses finalisasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan