Media Kampung – Polda Metro Jaya mengungkap detail kronologi penganiayaan yang menewaskan seorang warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Korban berinisial MHF mengalami luka serius akibat dipukul dengan botol kaca hingga meninggal dunia. Pelaku dalam kasus ini adalah sesama warga Brunei bernama Mohamad Irman Ali atau yang dikenal sebagai influencer Woodyrman di negara asalnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa insiden penganiayaan terjadi pada Rabu dini hari, 6 Mei 2026, sekitar pukul 03.30 WIB di area Blok M Hub, Kebayoran Baru. Peristiwa ini sempat viral setelah video pertengkaran antara korban dan pelaku tersebar luas di media sosial, memperlihatkan adu mulut yang berujung kekerasan.

Awalnya, korban bersama seorang saksi berada di lokasi dan sempat berbincang dengan beberapa orang lain. Pelaku datang bersama rekannya dengan mobil dan membawa sebuah paper bag yang diduga berisi botol kaca. Sesampainya di pintu masuk Blok M Hub, pelaku langsung mendekati korban dan kembali terjadi cekcok yang menyebabkan suasana memanas.

Puncak dari pertengkaran itu adalah saat pelaku memukul kepala korban sekali dengan botol yang dibawa. Korban langsung terjatuh dan kemudian sempat dibawa ke sebuah penginapan terdekat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Meski mendapat perawatan medis, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi masih terus mendalami motif di balik penganiayaan ini dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi. Kasus ini kini ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan figur publik dari luar negeri yang memiliki pengaruh besar melalui media sosial. Namun, fakta penganiayaan dan kematian korban menjadi fokus utama penyelidikan kepolisian.

Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas demi keadilan bagi korban. Saat ini, pelaku telah diamankan dan pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui latar belakang serta motif yang sebenarnya.

Dengan terungkapnya kronologi tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Polda Metro Jaya terus mengawal kasus ini dengan serius agar pelaku mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Kasus penganiayaan yang berujung kematian ini juga menjadi pengingat pentingnya kontrol terhadap perilaku di ruang publik, terutama bagi figur yang memiliki pengaruh besar. Polda Metro Jaya memastikan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Situasi terkini menunjukkan bahwa penyidikan masih berlanjut dan informasi lebih lanjut akan diberikan oleh pihak kepolisian seiring perkembangan kasus. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari pihak berwajib agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan warga negara asing dan figur yang dikenal luas, sehingga proses penanganannya diawasi ketat demi transparansi dan keadilan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.