Media Kampung – Seorang pegawai toko roti berinisial A tewas mengenaskan setelah dibacok di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Korban yang baru bekerja sehari di toko roti tersebut menjadi korban penganiayaan berat yang dipicu cekcok mulut dengan pelaku.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (4/5/2026) siang di Jalan Pedongkelan Belakang RT 004/RW 013, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Korban mengembuskan napas terakhir akibat luka bacok di bagian dada kiri. Pelaku pembacokan, yang diketahui berinisial RS, segera melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku RS di Jasinga, Kabupaten Bogor, pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Menurut Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, motif di balik pembacokan ini adalah perselisihan yang berujung adu mulut. Kejadian bermula ketika motor pelaku nyaris menabrak motor korban di sekitar tempat kejadian perkara.
“Korban berbicara kasar kepada pelaku, selanjutnya pelaku langsung membacok korban di bagian dada kiri dan korban langsung tersungkur menggunakan celurit yang pelaku bawa, kemudian pelaku melarikan diri,” jelas AKBP Abdul Rahim.
Pelaku RS saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Ia terancam dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 468 ayat (2) KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa korban A sebelumnya bekerja di toko roti lain yang masih satu merek sebelum akhirnya pindah ke toko roti tempat ia menjadi korban. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan