Media Kampung – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM kembali membuka program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2-3 Mei lalu. Program ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari UGM, Universitas Brawijaya (UB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan fokus pada pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI) untuk menyelesaikan tantangan nasional.
Program AITF menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mendorong peserta untuk menghasilkan solusi AI yang aplikatif. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan talenta AI membuka peluang kolaborasi hingga tingkat internasional. Ia mencontohkan proyek AI yang telah berkembang di Timor-Leste dan Malaysia, di mana perusahaan Indonesia bersaing dengan perusahaan besar dengan harga sepertiga hingga seperempatnya, namun tetap mendapat banyak peluang kerja.
Kuwat menambahkan bahwa keberhasilan anak muda Indonesia dalam kolaborasi tersebut menunjukkan daya saing talenta Indonesia terletak pada kualitas hasil. Ia mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan AI dan berkontribusi membangun Indonesia melalui inovasi teknologi.
Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi RI, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng., mengungkapkan program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membuka peluang karir dan kewirausahaan berbasis teknologi. Ia menekankan pentingnya integritas dalam membangun bisnis agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Bonifasius berharap produk yang dihasilkan dalam program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pemangku kebijakan. “Kolaborasi yang dikembangkan bukan sekadar prototipe atau tugas, saya harap produk yang dihasilkan nanti akan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan