Media Kampung – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purnawirawan Dudung Abdurachman mengungkapkan lonjakan tajam serangan siber yang menyerang Indonesia sepanjang tahun 2026. Data tersebut diperoleh dari laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan April 2026, jumlah serangan siber yang tercatat mencapai 1,52 miliar. “Tren peningkatan serangan siber berlanjut pada tahun 2026. Selama Januari hingga pertengahan April tercatat 1,52 miliar serangan,” kata Dudung dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
Sepanjang tahun 2025, Indonesia menerima total 5,5 miliar serangan siber. Angka itu melonjak 714 persen jika dibandingkan dengan rata-rata serangan tahunan pada periode 2020-2024. Menurut Dudung, peningkatan ini sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional yang diiringi dengan peningkatan risiko keamanan siber.
“Di balik kemajuan itu terdapat ancaman serius berupa kejahatan siber. Serangan kini menyasar individu, pemerintah, ekonomi, dan keamanan nasional,” ujarnya. Serangan siber juga berdampak pada pelayanan publik dan lembaga strategis, sehingga penguatan sistem keamanan digital menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah terus mendorong peningkatan ketahanan siber nasional untuk melindungi data dan infrastruktur penting negara. Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman yang semakin kompleks dan masif di era digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan