Media KampungIdul Adha menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran keamanan siber di Indonesia. Chairman CISSReC, Dr. Pratama Persadha, menilai nilai pengorbanan dalam Idul Adha dapat diartikan sebagai upaya sadar melindungi data pribadi di dunia digital.

Pratama menjelaskan berkurban di dunia digital berarti mengurangi sedikit kenyamanan demi keamanan yang lebih besar. Langkah-langkah seperti penggunaan autentikasi dua faktor, kata sandi yang kuat, dan verifikasi pesan sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat.

Ia membedakan antara menjadi korban dan berkurban secara sadar, dimana korban kehilangan data tanpa izin sedangkan pengguna yang berkurban sadar memilih langkah perlindungan digital. Pratama juga mendorong pemerintah untuk menggencarkan literasi keamanan siber dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Pratama mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai titik awal perubahan perilaku digital dengan meningkatkan kesadaran untuk selalu mengecek tautan, memverifikasi informasi, dan menjaga data pribadi. Pengorbanan kecil ini memiliki nilai besar dalam menjaga keamanan siber Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.