Media Kampung – Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menolak tawaran pertemuan tatap muka dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang diajukan untuk membahas upaya mengakhiri perang. Putin menegaskan bahwa target militernya di Ukraina tidak berubah dan Rusia tetap berkomitmen menguasai wilayah Donbas.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Sabtu, 6 Juni 2026. Ia menilai belum ada manfaat dari pertemuan langsung dengan Zelenskyy dan menyebut surat terbuka berisi tawaran tersebut sebagai tidak sopan.
Sebelumnya, Zelenskyy mengusulkan pertemuan di negara ketiga seperti Swiss atau Turki dan menawarkan gencatan senjata penuh selama negosiasi. Namun, Putin menegaskan posisi Rusia tidak berubah: seluruh target militer harus tercapai, termasuk klaim penguasaan penuh atas Luhansk dan lebih dari 85 persen Donetsk, serta tuntutan penyerahan Kherson dan Zaporizhzhia.
Putin mempertanyakan tujuan sebenarnya dari surat Zelenskyy dan menilai tawaran tersebut tidak untuk dialog produktif. Menanggapi penolakan itu, Zelenskyy mengatakan langkah Kremlin menunjukkan Rusia tidak ingin mengakhiri perang dan memilih jalur konflik ketimbang diplomasi.
Di tengah kebuntuan, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap target strategis Rusia. Tawaran perdamaian Zelenskyy mendapat dukungan dari sekutu Barat, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Zelenskyy juga dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk membahas langkah perdamaian.
Dalam forum yang sama, Putin membela kondisi ekonomi Rusia dari kritik Barat dan menegaskan Rusia mampu bertahan di tengah sanksi internasional serta akan melanjutkan tujuan perangnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan