Media Kampung, Sanaa – Ratusan mahasiswa di Universitas Sanaa, Yaman, menggelar unjuk rasa mendukung kelompok Houthi, Rabu (22/7/2026). Dalam aksi tersebut, para peserta terlihat menginjak gambar bendera Amerika Serikat, Israel, dan Inggris sebagai bentuk protes terhadap kebijakan ketiga negara itu di Timur Tengah.
Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah kelompok Houthi mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli 2026. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur ekspor minyak dan memperburuk situasi keamanan, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan mengambil langkah tegas jika embargo benar-benar direalisasikan. Ketegangan yang terus meningkat memicu perhatian dunia internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pasokan energi global.
Unjuk rasa di kampus Universitas Sanaa menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap langkah Houthi yang dinilai sebagai respons terhadap intervensi asing di Yaman. Foto-foto aksi yang diabadikan oleh fotografer Mohammed Huwais (AFP) menunjukkan mahasiswa dengan penuh semangat menginjak simbol-simbol negara yang dianggap musuh.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak universitas terkait aksi tersebut. Namun, situasi di Sanaa yang dikuasai Houthi sejak 2014 membuat aksi semacam ini kerap terjadi tanpa hambatan berarti.














Tinggalkan Balasan