Media Kampung – Gencatan senjata di Lebanon semakin suram setelah Pasukan Sementara PBB (UNIFIL) mencatat Israel meluncurkan 69 serangan udara pada 3 Juni lalu. Langkah ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang baru saja disepakati.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan bahwa UNIFIL mendeteksi 25 serangan jet tempur IDF dan dua serangan roket helikopter di wilayah udara Lebanon. Selain itu, sekitar 569 proyektil diluncurkan dari posisi Israel di selatan Garis Biru dan dalam area operasi UNIFIL.
Serangan tersebut juga menghantam layanan kesehatan. Sebuah ambulans di Kegubernuran Selatan menjadi sasaran, menewaskan dua paramedis dan melukai satu lainnya secara serius. Dujarric menyebut serangan terhadap layanan kesehatan terus berlanjut pada level yang mengkhawatirkan.
Awal pekan ini, Lebanon dan Israel menggelar putaran pembicaraan langsung di Washington yang dimediasi Amerika Serikat. AS menyebut kesepakatan gencatan senjata telah tercapai dengan syarat Hizbullah menghentikan aksi militer dan menarik pasukan dari selatan Sungai Litani. Meski demikian, Israel tetap melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon.
Di sisi lain, kelompok Hizbullah menyatakan siap mematuhi gencatan senjata, asalkan serangan Israel dihentikan sepenuhnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa gencatan senjata di Lebanon masih sangat rapuh dan penuh ketegangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan