Media Kampung, Tangerang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang melaporkan deflasi bulanan sebesar 0,19 persen pada Juli 2026. Penurunan harga ini terutama disebabkan oleh turunnya harga cabai merah dan beberapa komoditas pangan lain yang pasokannya melimpah di pasar lokal.
Fakta Utama Deflasi Juli 2026
Inflasi tahunan Kota Tangerang pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,01 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,36 persen. Kepala BPS Kota Tangerang, Muladi Widastomo, menyampaikan bahwa harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat menunjukkan tren yang mendukung daya beli konsumen pada pertengahan tahun ini.
Penurunan harga cabai merah mencapai 22,71 persen, memberikan andil deflasi sebesar 0,09 persen. Selain cabai merah, harga bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat segar juga mengalami penurunan signifikan.
Penjelasan Faktor Penyebab Deflasi
Turunnya harga beberapa bahan pangan utama menjadi faktor utama deflasi pada Juli 2026. Ketersediaan pasokan yang melimpah di pasar lokal dan nasional berkontribusi pada penurunan harga tersebut. Harga cabai merah dan bawang merah, yang merupakan komoditas penting dalam kebutuhan dapur masyarakat, menunjukkan penurunan yang signifikan.
Meski harga kebutuhan pangan turun, beberapa komoditas nonpangan justru mengalami kenaikan harga. Bensin menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan kenaikan sebesar 1,67 persen, memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax dan Minyakita juga masih tercatat meningkat.
Konteks dan Perbandingan Regional
Secara umum, stabilitas harga di Kota Tangerang tergolong paling terkendali di Provinsi Banten. Inflasi tahunan sebesar 2,01 persen menjadi yang terendah dibandingkan wilayah lain seperti Kabupaten Lebak (3,29 persen), Kabupaten Pandeglang (3,07 persen), Kota Serang (2,77 persen), dan Kota Cilegon (2,75 persen).
Dampak dan Harapan Ke Depan
BPS berharap kondisi deflasi ini dapat terus dipertahankan melalui pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Muladi mengungkapkan bahwa data inflasi menjadi acuan bagi TPID untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pengendalian harga agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengelola pengeluaran, mengingat kenaikan harga pada beberapa komoditas nonpangan masih terjadi. Pengawasan dan penyesuaian harga secara berkala diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi daya beli konsumen di Kota Tangerang.














Tinggalkan Balasan