Media Kampung – Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin 15 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.10 WIB, rupiah dibuka naik 0,48 persen atau 85 poin ke level Rp17.775 per dolar AS. Posisi ini melanjutkan tren positif akhir pekan lalu saat rupiah ditutup menguat 0,71 persen atau 128 poin ke Rp17.860 per dolar AS.
Analis Pasar Uang dari Doo Financial Future, Lukman Leong, menyebutkan bahwa penguatan rupiah hari ini dipicu oleh meningkatnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Ekspektasi tersebut mendorong sentimen risk-on di kalangan pelaku pasar. Selain itu, pernyataan dari AS dan Pakistan yang menyebutkan bahwa kesepakatan AS-Iran telah tercapai turut memperkuat optimisme, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran.
Faktor lain yang mendukung penguatan rupiah adalah penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun ke level USD83,8 per barel dan USD80,8 per barel. Penurunan ini berpotensi menekan risiko inflasi global dan mengurangi tekanan fiskal bagi negara net importir minyak seperti Indonesia.
Senada dengan Lukman, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, menambahkan bahwa perkembangan positif di Timur Tengah disambut baik oleh pasar karena mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan premi risiko geopolitik. Menurutnya, hal ini memberikan angin segar bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Di sisi internal, pergerakan rupiah masih dibayangi oleh aksi lanjutan para mahasiswa. Lukman mengingatkan bahwa jika aksi tersebut berlangsung anarkis dan berkelanjutan, dapat memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah. Namun secara umum, ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat bergerak di kisaran 99,75, sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan