Media Kampung – Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan pada Selasa, 4 Agustus 2026, mencapai Rp15.800 per kilogram. Kenaikan ini sebesar Rp150 per kilogram atau sekitar 0,96% dibandingkan harga pada hari sebelumnya yang berada di Rp15.650 per kilogram.

Kenaikan harga CPO di KPBN ini sejalan dengan penguatan perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange. Pada perdagangan Selasa tersebut, harga kontrak CPO untuk pengiriman Oktober 2026 naik sebesar RM31 per ton atau sekitar 0,67% menjadi RM4.660 per ton. Pergerakan ini menandakan adanya pemulihan minat beli setelah dua hari mengalami tekanan harga.

Baca juga:

Penguatan harga CPO juga didukung oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing serta rebound harga minyak mentah dunia yang memberikan sentimen positif terhadap pasar komoditas. Bursa komoditas China turut memberikan dukungan, dengan harga kontrak minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange naik sekitar 0,62%, sementara harga minyak sawit di bursa yang sama meningkat sekitar 0,41%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga bergerak positif dengan kenaikan tipis sekitar 0,09%.

Detail Harga CPO di KPBN

  • CPO Franco Dumai: Rp15.800/kg
  • FOB Talang Duku: Rp15.550/kg (terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.379/kg)
  • FOB Boom Baru, Palembang: Rp15.575/kg (terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.379/kg)
  • PKS G. Meliau: Rp15.450/kg (terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.039/kg)
  • PKS S. Tapung: Rp15.561/kg
  • PKS Rimba Belian: Rp15.450/kg (terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.039/kg)
  • FOB IPP PagunParba Kalbar: Rp15.450/kg (terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.189/kg)

Konteks dan Dampak

Kenaikan harga CPO ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku industri sawit di Indonesia, terutama di tengah dinamika harga minyak nabati global dan situasi pasar komoditas dunia. Pergerakan harga di Bursa Malaysia yang merupakan acuan utama perdagangan CPO dunia sangat mempengaruhi harga di tingkat lokal.

Baca juga:

Selain itu, penguatan harga juga dapat meningkatkan pendapatan bagi petani dan produsen sawit nasional. Namun, fluktuasi harga yang terjadi perlu terus dipantau mengingat pengaruh faktor eksternal seperti harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar minyak nabati lainnya.

Perdagangan Komoditas Terkait

Selain CPO, harga minyak kedelai yang merupakan pesaing utama minyak sawit juga mengalami penguatan di beberapa bursa utama, seperti di Dalian Commodity Exchange dan Chicago Board of Trade. Kondisi ini turut memperkuat sentimen positif di pasar minyak nabati global.

Baca juga: