Media Kampung – Harga bahan bakar minyak (BBM) dunia diperkirakan tetap tinggi meskipun harga minyak mentah mengalami penurunan. ExxonMobil dan Chevron menyebutkan terbatasnya kapasitas pengolahan minyak global menjadi faktor utama yang menyebabkan harga BBM tidak turun seiring harga minyak mentah.

Kapasitas Pengolahan Minyak yang Terbatas

Chief Financial Officer ExxonMobil, Neil Hansen, menyatakan hambatan terbesar dalam sistem energi saat ini terletak pada sektor pengolahan minyak. Menurut data dari Melius Research, hampir 10 persen kapasitas kilang minyak dunia tidak dapat digunakan secara efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor geopolitik, seperti konflik di Rusia dan Timur Tengah, serangan terhadap kilang-kilang Rusia, larangan ekspor dari China, serta pembatasan di Selat Hormuz.

Baca juga:

Akibatnya, kilang-kilang yang masih beroperasi bekerja dengan kapasitas tinggi, meninggalkan sedikit ruang untuk peningkatan produksi BBM meskipun pasokan minyak mentah tersedia.

Pengaruh Terhadap Harga BBM

Harga BBM, termasuk bensin dan diesel, biasanya mengikuti fluktuasi harga minyak mentah. Namun, saat ini harga BBM mulai melepas keterkaitan tersebut karena keterbatasan kapasitas pengolahan. Di Amerika Serikat, misalnya, harga bensin konsumen tetap tinggi, meskipun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 26 persen dari puncaknya pada 2026.

CEO Chevron, Mike Wirth, menyoroti tekanan harga yang paling besar terjadi pada bahan bakar distilat menengah seperti diesel dan bahan bakar pesawat, yang permintaannya diperkirakan akan meningkat menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Baca juga:

Margin Pengolahan yang Tinggi

Pengolahan minyak yang menjadi hambatan utama ini menyebabkan margin pengolahan BBM mencapai rekor tinggi. Hal ini menguntungkan pemilik kilang, tetapi sekaligus menambah biaya yang harus ditanggung konsumen. Analis Goldman Sachs, Neil Mehta, mengungkapkan bahwa margin pengolahan sangat tinggi karena sektor ini menjadi titik kendala dalam rantai pasok minyak saat ini.

Utilisasi Kilang yang Tinggi dan Minimnya Kapasitas Cadangan

ExxonMobil memperkirakan sekitar 5 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak tidak dapat menjangkau pasar global. CEO ExxonMobil, Darren Woods, menyatakan bahwa rasio kapasitas kilang yang tersedia dibandingkan permintaan berada pada titik terendah yang pernah ada.

Utilisasi kilang ExxonMobil di kawasan Gulf Coast AS mencapai 95 persen pada kuartal II 2026, sementara fasilitas Chevron beroperasi pada tingkat 97 persen, dan Shell bahkan mencapai 102 persen. Tingginya tingkat utilisasi ini menunjukkan minimnya kapasitas cadangan yang dapat meredam volatilitas pasar.

Baca juga:

Dampak Geopolitik dan Ketidakpastian Pasar Energi

CFO Chevron, Eimear Bonner, menambahkan bahwa ketidakpastian geopolitik memperketat pasar energi dan mengikis kapasitas cadangan yang berfungsi sebagai peredam guncangan harga. Kondisi ini memperkuat tekanan pada harga BBM di pasar global.