Media Kampung – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengapresiasi langkah pemerintah yang masih menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Hal ini disampaikan Herman di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Herman, pemerintah saat ini masih memberikan kompensasi terhadap BBM RON 92 dan RON 95 sehingga kenaikan harga internasional belum sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. “Kalau mengacu pada perkembangan harga minyak dunia saat ini, sebenarnya harga Pertamax bisa saja lebih tinggi. Namun pemerintah masih berupaya menahan kenaikan agar tidak terlalu membebani masyarakat dan tetap menjaga daya beli,” ujarnya.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Herman menegaskan bahwa BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga harganya oleh pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memperoleh akses energi dengan harga terjangkau.

Herman juga menilai pengawasan distribusi BBM bersubsidi kini semakin ketat melalui sistem digital dan aplikasi MyPertamina. Hal ini terkait adanya kecenderungan migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga yang semakin lebar. “Untuk BBM subsidi sudah ada mekanisme verifikasi menggunakan identitas pengguna. Sehingga distribusinya lebih terkontrol dan diharapkan tetap tepat sasaran,” jelasnya.

Di sisi lain, Herman mengingatkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, berpotensi memberikan tekanan terhadap harga energi global dan biaya impor energi Indonesia. Karena itu, ia berharap situasi internasional segera mereda agar harga minyak dunia dapat kembali stabil. “Kita berharap kondisi global segera membaik, harga minyak turun, sehingga tekanan terhadap harga energi dalam negeri juga dapat berkurang,” pungkas Herman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.