Media KampungKenaikan harga BBM non-subsidi per 10 Juni 2026 mendorong masyarakat mencari kendaraan lebih efisien. BAIC BJ30 Hybrid menjadi salah satu jawaban, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 15,5 kilometer per liter.

SUV hybrid ini mengandalkan teknologi HEV (Hybrid Electric Vehicle) yang menggabungkan mesin bensin 1.5L Turbo Hybrid dengan motor listrik. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 403 HP dan torsi 685 Nm, mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam 6,9 detik.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan BJ30 Hybrid dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan SUV tangguh, nyaman, dan efisien di tengah kenaikan harga BBM. Baterai 19 kWh pada mobil ini dapat diisi ulang secara otomatis melalui sistem regeneratif, sehingga pengguna tidak perlu repot mencari stasiun pengisian daya.

Pengujian resmi BAIC mencatat konsumsi BBM BJ30 Hybrid mencapai 15,5 km per liter. Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter, biaya operasional bulanan untuk jarak tempuh 1.500 km diperkirakan hanya Rp1.572.580. Sebagai perbandingan, SUV bensin konvensional dengan konsumsi 10 km per liter dan harga Pertamax Turbo Rp20.750 per liter membutuhkan biaya Rp3.112.500 untuk jarak yang sama.

Simulasi biaya BBM bulanan (jarak 1.500 km):

  • BAIC BJ30 Hybrid (Pertamax, 15,5 km/l): Rp1.572.580
  • SUV bensin (Pertamax Turbo, 10 km/l): Rp3.112.500
  • SUV diesel (Dexlite, 12 km/l): Rp2.875.000
  • SUV diesel (Pertamina Dex, 12 km/l): Rp3.100.000

Dengan efisiensi tersebut, BAIC BJ30 Hybrid mampu menghemat hingga Rp1,5 juta per bulan dibandingkan SUV konvensional berbahan bakar non-subsidi kelas atas. Mesin yang digunakan BJ30 Hybrid juga telah masuk dalam daftar “10 Mesin Terbaik di Tiongkok”, menjamin performa, getaran rendah, dan durabilitas tinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.