Media Kampung – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Yuliot Tanjung, memberikan tanggapan mengenai kemungkinan penurunan harga Pertamax atau bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di tengah kondisi ketidakpastian pasar global yang masih tinggi. Pernyataan ini penting untuk konsumen dan pelaku industri yang mengandalkan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraan.
Yuliot menjelaskan bahwa harga Pertamax mengikuti harga pasar internasional minyak mentah. Saat ini, kondisi geopolitik global masih menyimpan ketidakpastian yang signifikan sehingga harga minyak dunia justru mengalami kenaikan. Oleh sebab itu, harga Pertamax belum menunjukkan tren penurunan meskipun ada potensi pergerakan harga minyak mentah dunia.
Faktor Penentu Harga Pertamax
Menurut Yuliot, kebijakan penetapan harga Pertamax merupakan kewenangan dari PT Pertamina. Dalam prosesnya, harga Pertamax dihitung berdasarkan biaya pokok produksi (BPP) Pertamina ditambah margin keuntungan. Kementerian ESDM berperan dalam mengawasi dan menilai keekonomian harga tersebut agar tetap adil dan wajar.
Jika harga minyak dunia turun secara signifikan dan berkelanjutan, maka Pertamina akan melakukan penyesuaian harga Pertamax sesuai kondisi pasar. Namun, saat ini ketidakpastian global yang masih tinggi membuat harga minyak dunia sulit diprediksi dan berpotensi naik.
Kondisi Pasar Minyak Dunia Saat Ini
Harga minyak mentah mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (27 Juli 2026), salah satu penurunan terbesar dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan serangan harian terhadap Iran dan kapal tanker mulai berlayar kembali untuk memuat minyak dari terminal ekspor di Kazakhstan yang sebelumnya terganggu.
Harga minyak Brent untuk kontrak September turun 8,7 persen menjadi USD 88,36 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 7,5 persen menjadi USD 82,61 per barel. Penurunan ini menunjukkan adanya pengurangan tekanan pasokan di pasar minyak global.
Pengaruh Geopolitik Terhadap Harga Minyak
Meskipun ada penurunan harga minyak dunia, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak. AS menunda serangan baru setelah 13 malam berturut-turut melakukan serangan terhadap Iran yang bertujuan menurunkan kemampuan Iran mengganggu pengiriman komersial. Iran pun mengisyaratkan untuk menahan diri dan menggelar pembicaraan dengan Oman di Selat Hormuz.
Namun, ketegangan regional masih ada, seperti insiden drone dari Irak yang diarahkan ke fasilitas minyak Arab Saudi yang berhasil dicegat. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang menyulitkan prediksi harga minyak dunia dalam jangka pendek.
Dampak dan Harapan ke Depan
Bagi konsumen, terutama pengguna Pertamax, pernyataan Wamen ESDM menjadi penting sebagai informasi bahwa harga BBM tersebut mengikuti dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan ekonomi dunia. Penurunan harga Pertamax hanya akan terjadi jika kondisi pasar minyak dunia benar-benar stabil dan harga minyak turun secara signifikan.
Kementerian ESDM bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan pasar untuk memastikan harga Pertamax tetap mencerminkan kondisi keekonomian yang adil dan tidak membebani masyarakat.















Tinggalkan Balasan