Media Kampung – Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk harga emas dan daya beli masyarakat di pasar tradisional. Pada Kamis (4/6/2026), harga emas batangan Antam kembali turun Rp15.000 menjadi Rp2.759.000 per gram, sementara harga beli kembali emas turun menjadi Rp2.571.000 per gram.

Penurunan harga emas ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang juga mempengaruhi aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Di Pasar Atas, Kota Cimahi, Jawa Barat, sejumlah pedagang melaporkan turunnya daya beli masyarakat. Pembeli terlihat mengurangi volume pembelian kebutuhan pokok seperti sayur, daging, dan minyak goreng, meskipun harga beberapa komoditas masih relatif stabil.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Atas Baru Cimahi, Willy (40 tahun), mengakui adanya penurunan pembelian dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebutkan harga bawang merah melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram, naik dua kali lipat dari harga normal Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sementara komoditas lain belum menunjukkan kenaikan signifikan.

Meski demikian, Willy menuturkan stabilnya harga barang tidak cukup membantu karena turunnya jumlah pembeli membuat stok menumpuk. Pedagang lain, Hanna Subiarti, juga merasakan penurunan daya beli dan berharap pemerintah dapat menemukan solusi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus.

Di sisi lain, pelemahan rupiah ini mendorong perlunya penguatan ekspor nasional. Kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap ekspor nasional saat ini baru mencapai sekitar 15,7 persen, padahal sektor ini menyumbang lebih dari 99 persen unit usaha dan menyerap 97 persen tenaga kerja domestik.

Ade Jona Prasetyo, calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), menekankan pentingnya memperluas akses pengusaha daerah ke pasar global melalui hilirisasi dan kolaborasi usaha. Ia mencontohkan inovasi sistem pembayaran QRIS yang telah digunakan di beberapa negara sebagai bukti kemampuan Indonesia bersaing di pasar internasional.

Jona menilai penguatan ekspor akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 61 persen, peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengusung gagasan menjadikan Hipmi sebagai wadah kolaborasi pengusaha muda yang berdaya saing global, mempertemukan pelaku usaha dengan akses pasar, pembiayaan, dan peluang investasi.

Berikut daftar harga emas batangan Antam terbaru per Kamis (4/6/2026):

  • Emas 0,5 gram: Rp1.429.500
  • Emas 1 gram: Rp2.759.000
  • Emas 2 gram: Rp5.458.000
  • Emas 3 gram: Rp8.162.000

Transaksi penjualan emas tetap dikenakan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, termasuk pajak penghasilan Pasal 22 untuk penjualan kembali emas dengan nilai lebih dari Rp10 juta.

Pelemahan rupiah dan dampaknya pada harga emas serta daya beli masyarakat menunjukkan perlunya sinergi antara penguatan ekspor dan penanganan stabilitas ekonomi domestik agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan pengusaha daerah dapat berkembang di pasar global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.