Media Kampung, Surabaya – Komisi VII DPR RI menggelar pembahasan mendalam bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai berbagai isu strategis yang mencakup pengembangan kawasan industri, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Fokus Pengembangan Kawasan Industri dan Tata Ruang

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan industri di Jawa Timur masih menghadapi beberapa kendala, terutama dalam hal koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN). Komisi VII mendukung arahan Presiden Republik Indonesia terkait hilirisasi dan pengembangan industri, namun juga menegaskan pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak terdampak negatif dari ekspansi industri.

Baca juga:

Selaras dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menambahkan bahwa tantangan utama adalah menyelaraskan pengembangan kawasan industri dengan tata ruang yang sudah ada untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan.

Penguatan Konektivitas Transportasi untuk Mendukung Pariwisata

Konektivitas transportasi menjadi perhatian penting dalam pertemuan ini. Komisi VII menyoroti kebutuhan peningkatan akses transportasi, terutama penerbangan, di beberapa daerah dengan potensi wisata dan agenda besar. Hal ini dianggap krusial untuk mendukung penyelenggaraan event dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.

Wakil Gubernur Emil Dardak menyebutkan sejumlah inisiatif pembukaan rute penerbangan baru, seperti rute Bali-Jember dan Malang-Lombok, yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar. Namun, ia juga mengakui bahwa membuka rute baru memerlukan intervensi dan dukungan pemerintah yang kuat pada tahap awal.

Baca juga:

Ekonomi Kreatif dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

Dalam bidang ekonomi kreatif, Komisi VII mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu untuk mendukung tugas pemerintahan dan meningkatkan produktivitas. Penggunaan AI juga diharapkan dapat dikenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang bertanggung jawab, menempatkannya sebagai alat yang mempermudah pekerjaan tanpa menggantikan peran manusia secara keseluruhan.

Emil Dardak menyoroti bahwa sektor ekonomi kreatif dan pariwisata memiliki kekhasan yang tidak dapat disamakan dengan solusi baku. Pengelolaan potensi di sektor ini juga harus memperhitungkan dinamika media sosial dan cara menghadapi sentimen negatif yang kadang muncul.

Pemberdayaan UMKM Melalui Kredit Usaha Rakyat

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan penyaluran mencapai Rp31 triliun kepada sekitar 700 ribu debitur. Jumlah ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi di Indonesia. Data ini menunjukkan pertumbuhan dan pergerakan pelaku UMKM yang positif di wilayah tersebut.

Baca juga:

Kesimpulan

Diskusi antara Komisi VII DPR RI dan Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas transportasi untuk mendukung pariwisata, pemanfaatan teknologi AI dalam ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM melalui KUR. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas di Jawa Timur.