Media Kampung – Para ilmuwan di University of Nottingham tengah mengembangkan varietas padi yang mampu bertahan di kondisi kekeringan sebagai strategi menghadapi dampak perubahan iklim. Inovasi ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan global di tengah tantangan penurunan hasil panen akibat perubahan cuaca ekstrem.
Padi sebagai makanan pokok lebih dari separuh penduduk dunia sangat bergantung pada pasokan air tawar yang cukup. Namun, perubahan iklim menyebabkan pola curah hujan menjadi tidak menentu, sehingga produksi padi berisiko menurun secara signifikan. Erik Murchie, salah satu peneliti utama, menyatakan bahwa kenaikan suhu global 1 derajat Celsius saja dapat menurunkan hasil panen padi hingga 6 persen, dengan gelombang panas ekstrem memperparah kondisi tersebut.
Penelitian yang berlangsung di kampus Sutton Bonington, Inggris, melibatkan pengujian berbagai varietas padi dengan varian gen yang lebih tahan terhadap panas dan kekeringan. Para ilmuwan menggunakan ruang tumbuh khusus untuk mensimulasikan kondisi lingkungan ekstrem agar dapat memahami respons tanaman secara mendalam.
Fokus penelitian juga tertuju pada karakteristik akar padi yang memungkinkan tanaman memperoleh air lebih efektif dari tanah. Ranjan Swarup, peneliti lainnya, menuturkan bahwa memahami struktur dan perilaku akar adalah kunci untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang semakin keras.
Selain itu, teknologi pemindai mikro-CT di Fasilitas Hounsfield University of Nottingham dimanfaatkan untuk melihat struktur akar secara rinci tanpa merusak tanaman. Direktur fasilitas tersebut, Craig Sturrock, menjelaskan bahwa akar dengan pertumbuhan lebih dalam dan sudut tertentu membantu tanaman menyerap air dari lapisan tanah yang lebih dalam, sehingga tanaman lebih tahan kekeringan.
Setelah identifikasi gen yang mengendalikan sifat akar tersebut, varietas unggul hasil penelitian akan diuji coba lapangan selama tiga tahun di Filipina bekerja sama dengan para ahli dari International Rice Research Institute. Uji lapangan ini penting untuk menguji kinerja varietas padi dalam kondisi pertanian nyata di negara penghasil padi utama.
Kerja sama ini bertujuan mengungkap mekanisme biologis yang memungkinkan tanaman padi bertahan pada suhu tinggi dan kekeringan, sehingga varietas baru yang dikembangkan dapat lebih adaptif terhadap perubahan iklim global yang semakin nyata.
Penelitian ini didanai oleh program International Climate Finance, sebuah inisiatif pemerintah Inggris yang mendukung upaya negara berkembang dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Jenny Chapman, menekankan pentingnya program ini mengingat tekanan produksi pangan global yang semakin meningkat akibat ketidakstabilan geopolitik dan cuaca ekstrem.
Dengan pengembangan varietas padi tahan kekeringan, para peneliti berharap para petani dapat mempertahankan hasil panen sekaligus memperkokoh ketahanan pangan dunia di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berkembang. Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada beras sebagai sumber utama nutrisi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan