Media Kampung – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa sejak pertengahan Juni 2026 mendorong warga di berbagai negara, terutama Jerman, untuk berbondong-bondong membeli dan memasang pendingin ruangan (AC). Lonjakan permintaan ini terjadi seiring suhu yang menembus 40 derajat Celsius di beberapa wilayah, memecahkan rekor panas berturut-turut.

Menurut data Eurovent, asosiasi industri pemanasan, ventilasi, dan pendingin, permintaan AC di Jerman melonjak 75% antara 2019 hingga 2024. Lonjakan ini berlanjut pada musim panas 2026, dengan biaya pemasangan AC yang dilaporkan bisa mencapai 1.000 euro per unit, termasuk perangkat dan jasa instalasi.

Fenomena ini kontras dengan kebiasaan sebelumnya. Sebelum gelombang panas ekstrem menjadi rutin, AC bukanlah kebutuhan pokok di Eropa utara. Hanya sekitar 6% rumah tangga di Jerman yang memiliki AC, jauh di bawah Amerika Serikat yang mencapai 90%. Kini, perubahan iklim memaksa warga Eropa beradaptasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 kematian berlebih di Eropa sejak 21 Juni 2026 akibat suhu tinggi. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut Eropa sebagai benua dengan pemanasan tercepat di bumi. Infrastruktur yang tidak dirancang untuk suhu ekstrem memperparah dampaknya.

Di Prancis, Kementerian Kesehatan melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan, dengan 85% korban adalah lansia berusia 65 tahun ke atas. Sementara di Jerman, suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di Brandenburg pada 28 Juni, menandai rekor baru tiga hari berturut-turut.

Para ahli iklim dari ClimaMeter mengungkapkan bahwa suhu pada Juni 2026 sekitar 2 hingga 4 derajat Celsius lebih panas dibandingkan akhir abad ke-20. Kondisi ini memicu permintaan listrik untuk pendingin ruangan. Namun, biaya pemasangan AC yang mahal—hingga 1.000 euro—menjadi kendala bagi sebagian warga.

Meski demikian, tren pemasangan AC terus meningkat. Eurovent mencatat pertumbuhan stabil dalam beberapa tahun terakhir, seiring masyarakat Eropa mulai menganggap AC sebagai kebutuhan, bukan lagi kemewahan. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi kelompok rentan seperti lansia dari risiko heatstroke dan dehidrasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.