Media Kampung, Kolombia – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, menyebabkan 132 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka. Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional dan mengerahkan tim penyelamat untuk menangani dampak gempa yang menimbulkan kerusakan luas di berbagai daerah.
Gempa yang berpusat di San Jose del Palmar, Departemen Choco, sekitar 280 kilometer dari ibu kota Bogota, dirasakan kuat hingga ke sejumlah kota besar seperti Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague. Guncangan ini menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah, bangunan, dan fasilitas umum, serta menimbulkan korban jiwa dan luka serius.
Pemerintah Kolombia mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan bencana serta asesmen kebutuhan di wilayah terdampak. Sebanyak 1.575 rumah mengalami kerusakan, dengan 37 di antaranya hancur total, dan 61 bangunan runtuh. Fasilitas kesehatan, pendidikan, komunitas, serta infrastruktur jalan dan bandara juga terdampak parah, termasuk kerusakan pada Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer, dan gempa susulan bermagnitudo 5,0 terjadi tak lama setelahnya. USGS memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Bogota memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan KBRI telah berkomunikasi dengan WNI di wilayah terdampak dan terus memantau situasi serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi gempa susulan. WNI diimbau untuk tetap waspada, mengikuti instruksi otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan KBRI.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan belasungkawa atas korban dan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada masyarakat terdampak. Dia juga mengunjungi wilayah yang terkena dampak untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.
Gempa ini menjadi yang terkuat yang tercatat di Kolombia dalam satu dekade terakhir, menguji kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Operasi penyelamatan terus dilakukan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di reruntuhan dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706. Pemerintah dan pihak terkait terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi resmi untuk memastikan keselamatan warga serta pemulihan yang efektif.















Tinggalkan Balasan