Media Kampung – WWF Indonesia bersama Bappenas menyoroti urgensi perubahan pola makan yang berkelanjutan sebagai langkah strategis untuk mengatasi krisis lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat. Pendekatan Planetary Health Diet diperkenalkan sebagai solusi yang menghubungkan keseimbangan antara kebutuhan gizi manusia dan kelestarian lingkungan.

Samuel Pablo Pareira, Business Engagement Specialist WWF Indonesia, menjelaskan bahwa pola makan tidak hanya mempengaruhi individu, tapi juga berdampak besar terhadap emisi karbon, penggunaan lahan, dan keberlangsungan ekosistem global. Konsep Planetary Health Diet mendorong konsumsi pangan nabati lebih banyak dan mengurangi produk hewani yang memiliki jejak lingkungan tinggi.

Selain itu, pola makan ini juga mengurangi konsumsi makanan ultra-proses yang berpotensi merugikan kesehatan dalam jangka panjang. Menurut Samuel, pendekatan ini penting untuk menekan laju krisis iklim sekaligus menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Jarot Indarto, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, menyoroti tantangan dalam mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia yang dominan pada beras dan makanan olahan. Hal ini memperkuat ketergantungan pada sistem pangan yang belum berkelanjutan.

Jarot menegaskan bahwa pilihan konsumsi bukan semata keputusan individu, melainkan dipengaruhi oleh kebijakan, distribusi, industri, dan budaya yang berkembang. Oleh sebab itu, transformasi sistem pangan nasional memerlukan intervensi lintas sektor agar perubahan pola makan dapat terjadi secara sistemik dan berdampak luas.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri dianggap krusial untuk mempercepat adopsi pola makan berkelanjutan. Diharapkan konsep Planetary Health Diet menjadi strategi efektif dalam menjaga kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.