Media Kampung – Federasi Otomotif Internasional (FIA) berencana mengembalikan penggunaan mesin V8 pada ajang Formula 1 mulai musim 2030 atau 2031 mendatang. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan regulasi mesin yang saat ini dinilai terlalu rumit dan kompleks.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut kini tinggal menunggu waktu saja untuk direalisasikan. Pernyataan ini disampaikannya saat Grand Prix Miami, menandakan bahwa rencana transisi mesin V8 semakin dekat untuk diwujudkan.
Musim 2026 menjadi era baru dengan regulasi mesin yang menggabungkan tenaga listrik dan bahan bakar secara seimbang, yakni 50 banding 50. Namun, regulasi baru tersebut belum sepenuhnya matang dan telah mendapat kritikan dari sejumlah pembalap terkait tingkat kerumitannya.
Kondisi ini juga menarik perhatian penggemar dan pihak terkait karena penggunaan istilah teknis seperti ‘superclipping’ yang berkaitan dengan pengaturan energi mobil dianggap membingungkan. Selain itu, perbedaan kecepatan antar mobil dan aspek keselamatan saat balapan juga menjadi perhatian penting.
Ben Sulayem sebelumnya sempat mendukung ide untuk mengembalikan mesin V8 maupun V10. Namun, karena mesin V10 dianggap sulit diterapkan, FIA lebih memilih fokus pada mesin V8 sebagai solusi masa depan.
Mesin V8 sendiri terakhir kali digunakan di Formula 1 pada periode 2006 hingga 2013, sebelum beralih ke mesin hybrid. Mesin Cosworth DFV V8 bahkan pernah mendominasi dunia Formula 1 sejak akhir 1960-an hingga awal 1980-an.
“Anda akan mendapatkan suara yang bagus, bobot ringan, dan sistem yang lebih sederhana,” ungkap Ben Sulayem mengenai keunggulan mesin V8.
Untuk musim 2026, Mercedes menjadi pemasok mesin untuk empat tim, Ferrari untuk tiga tim, dan Red Bull bekerja sama dengan Ford untuk dua tim. Honda dan Audi masing-masing mendukung satu tim, sementara General Motors tengah mengembangkan mesin untuk tim Cadillac.
Presiden FIA meyakini dukungan mayoritas produsen akan mengarah pada penggunaan mesin V8 di masa depan. “Kalaupun tidak disetujui pada 2030, perubahan itu pasti akan terjadi pada 2031,” tambahnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan