Media Kampung – Tijjani Reijnders kembali menunjukkan kecintaannya pada Indonesia dengan mengenakan jersey klasik Timnas Indonesia keluaran tahun 1991. Gelandang Manchester City ini tampil percaya diri dengan jersey bernomor punggung 16 tersebut, yang dipamerkan dalam sebuah video oleh kolektor jersey Ellis Platten di YouTube AwayDays.
Reijnders yang lahir di Belanda pada 29 Juli 1998 memiliki darah Maluku dari ibunya, Angelina Lekatompessy. Meski berkarier di Eropa, terutama sebagai pemain penting di Manchester City, ia tidak melupakan akar budayanya di Indonesia. Adiknya, Eliano Reijnders, kini memperkuat Persib Bandung dan sudah menjadi Warga Negara Indonesia serta aktif di skuad Timnas Indonesia.
Kecintaan Tijjani terhadap Indonesia pernah menjadi perhatian PSSI sejak 2021 di era pelatih Shin Tae-yong. Namun, saat itu ia memilih menunggu kesempatan di Timnas Belanda. Kini setelah sukses direkrut AC Milan dan mendapatkan tempat di Timnas Belanda, perhatian terhadap dirinya kembali meningkat berkat penampilannya di Manchester City.
Dalam video tersebut, Tijjani terlihat sangat menikmati mengenakan jersey retro Timnas Indonesia buatan Adidas yang diproduksi pada awal 1990-an. Ia mengatakan, “Aku sangat suka. Terlihat bagus sekali.” Saat ditanya mengenai reaksi para penggemar Timnas Indonesia, Reijnders percaya bahwa mereka pasti merasa bangga dan antusias melihatnya memakai jersey kebanggaan Garuda.
Di sisi lain, karier Tijjani di Manchester City tengah menghadapi tantangan. Setelah bergabung dengan biaya sekitar €58 juta dari AC Milan musim panas lalu, ia sempat bersinar dan menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perannya menurun karena perubahan strategi pelatih Pep Guardiola yang lebih mengandalkan Rodri dan Bernardo Silva.
Kondisi ini membuat spekulasi mengenai masa depannya di Etihad Stadium mencuat. Aston Villa dikabarkan sangat optimis untuk mendapatkan tanda tangan Tijjani Reijnders pada bursa transfer musim panas mendatang. Mereka bersaing dengan klub-klub seperti Arsenal, namun peluang Aston Villa lebih besar karena Manchester City mungkin enggan melepas pemain ke rival langsung di Premier League.
Manchester City diberitakan mematok harga hingga €70 juta untuk melepas Tijjani, yang tentunya menjadi keuntungan dari investasi awal mereka. Selain klub Inggris, Juventus juga menunjukkan ketertarikan, namun kekuatan finansial Premier League menjadi penghalang bagi klub Italia tersebut.
Sementara itu, Tijjani saat ini tengah fokus mempersiapkan diri untuk ajang Piala Dunia 2026 bersama Timnas Belanda. Adiknya Eliano juga sedang berjuang bersama Timnas Indonesia dengan harapan lolos ke Piala Dunia 2030 dan berpartisipasi di Piala Asia 2027. Dukungan dari sang kakak selalu menjadi motivasi tambahan bagi Eliano.
Kemunculan Tijjani mengenakan jersey Timnas Indonesia menjadi simbol kuatnya hubungan emosional antara pemain ini dengan tanah leluhur ibunya, meskipun karier profesionalnya berputar di level tertinggi sepak bola Eropa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan