Media Kampung – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang dengan Iran. Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu dengan Xi Jinping di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Para ekonom menilai lonjakan inflasi dipicu gangguan pasokan energi global setelah penutupan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sehingga penutupannya memicu kenaikan harga energi global.
Menjelang kunjungan ke Beijing, Trump memberikan pernyataan yang saling bertentangan mengenai pentingnya isu Iran dalam pembicaraannya dengan Xi Jinping. Awalnya ia mengatakan akan berbicara panjang mengenai Iran dengan pemimpin Tiongkok tersebut.
“Kami akan berbicara panjang soal itu. Saya rasa dia cukup baik, sejujurnya,” kata Trump sebelum menaiki Air Force One. Namun beberapa menit kemudian ia tampak mengubah pernyataannya.
Trump menyebut Iran bukan fokus utama pembicaraan karena situasi tersebut masih berada dalam kendali Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi warga Amerika bukan pertimbangan utama dalam kebijakannya terkait Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat. Perang berkepanjangan tersebut telah memicu kenaikan harga minyak dan mempengaruhi perekonomian global.
Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memenangkan perang melawan Iran “dengan cara apa pun”. Pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional mengenai eskalasi konflik.
Sementara itu, Tiongkok sebagai salah satu negara dengan pengaruh besar di Asia, diharapkan dapat memainkan peran dalam menyelesaikan konflik tersebut. Namun, pernyataan Trump bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang dengan Iran menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana konflik tersebut akan diatasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan