Media KampungAnthony Sinisuka Ginting harus mengakhiri perjuangannya lebih awal di Thailand Open 2026 setelah kalah dari pemain Tiongkok Shi Yu Qi pada babak 32 besar. Pertandingan yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Rabu 13 Mei 2026 tersebut berakhir dengan skor 12-21 dan 17-21 untuk kemenangan Shi Yu Qi.

Ginting langsung menghadapi lawan berat sejak awal pertandingan karena Shi Yu Qi merupakan tunggal putra peringkat satu dunia versi BWF. Pada gim pertama, Ginting kesulitan menyesuaikan diri dengan permainan agresif Shi Yu Qi yang langsung mencetak enam poin beruntun, sehingga membuat Ginting tertekan dan gagal mengembangkan permainan terbaiknya.

Memasuki gim kedua, Ginting berhasil memperbaiki performanya dan mampu bersaing dengan ketat, bahkan sempat menyamakan skor di angka 15-15. Namun, perubahan strategi yang diterapkan Shi Yu Qi membuat Ginting kesulitan mengantisipasi sehingga poin demi poin mulai mengalir untuk keunggulan pemain asal Tiongkok tersebut hingga akhirnya mengunci kemenangan.

Setelah pertandingan, Ginting menyampaikan rasa syukur kendati hasil tidak sesuai harapan. Ia mengakui Shi Yu Qi sebagai lawan yang sulit dan memaparkan bahwa persiapan serta strategi sudah didiskusikan bersama pelatihnya. “Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah juga hari ini, langsung ketemu Shi Yu Qi cuma tadi memang persiapannya, strateginya, kondisinya sudah didiskusikan dengan pelatih,” ujar Ginting.

Atlet berusia 29 tahun ini juga mengungkapkan bahwa performanya di gim pertama belum maksimal, sedangkan di gim kedua sudah mulai menunjukkan perkembangan. Namun, ia mengakui belum mampu cepat beradaptasi dengan perubahan taktik lawan. “Di gim pertama saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik, masuk gim kedua sudah coba dan lumayan bisa unggul beberapa poin. Tapi ketika lawan mengubah strategi permainannya saya kurang cepat, kurang tepat buat mengantisipasi dan mengatasinya,” jelas Ginting.

Ginting pun mengakui tantangan besar saat berlaga melawan pemain papan atas dunia dan bertekad untuk fokus memperbaiki aspek permainan yang masih kurang, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan strategi di lapangan. “Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri bila bertemu dengan pemain top 20. Masih ada yang harus ditingkatkan lagi terutama bagaimana bisa dengan cepat mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi pengalaman berharga bagi Ginting untuk evaluasi ke depan, terutama menghadapi kompetisi-kompetisi bergengsi selanjutnya. Ia akan terus mematangkan strategi dan kondisi fisik agar dapat tampil lebih konsisten dan tangguh dalam menghadapi lawan-lawan kelas dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.