Media KampungFormula E akan kembali digelar di sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monako, pada akhir pekan tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Balapan yang dikenal dengan lintasan sepanjang 3,33 kilometer ini menawarkan tantangan unik berupa trek sempit, tikungan tajam, dan perubahan elevasi yang signifikan.

Monako menjadi salah satu sirkuit paling menarik karena sebagian besar layoutnya mengikuti konfigurasi Formula 1, termasuk area ikonik seperti Casino Square, Rascasse, dan Fairmont Hairpin. Tahun ini, E-Prix Monako kembali menggunakan format double-header, sehingga dua balapan akan berlangsung dalam satu akhir pekan.

Perhelatan di Monako menandai babak pertengahan musim Formula E 2025/2026, di mana Pascal Wehrlein bersama tim Porsche masih memimpin klasemen sementara. Namun, catatan kemenangan terbanyak di Monako masih dipegang oleh Sebastien Buemi dari Envision Racing, yang telah menjuarai balapan ini sebanyak tiga kali pada 2015, 2017, dan 2025.

Buemi mengaku sangat antusias untuk kembali berlaga di Monako, apalagi setelah sukses meraih kemenangan pada edisi tahun lalu. Ia juga menjadi salah satu favorit kuat di musim ini berkat performa kompetitif yang ditunjukkan bersama Envision Racing. Meski begitu, persaingan diprediksi akan sangat ketat dengan kehadiran pembalap-pembalap konsisten seperti Pascal Wehrlein, Mitch Evans, dan Nico Muller yang mewakili tim Jaguar dan Porsche.

Meski saat ini berada di peringkat ke-9 klasemen, Buemi tetap optimistis bisa menambah koleksi kemenangan di Monte Carlo. Ia menilai balapan di Monako selalu penuh tantangan dan sulit diprediksi, sehingga setiap peluang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Envision Racing juga menunjukkan perkembangan positif pada performa mobil mereka dalam beberapa seri terakhir, yang menjadi modal penting menghadapi sirkuit Monako. Buemi sendiri menegaskan bahwa mereka akan berusaha maksimal untuk mengerahkan segala kemampuan demi hasil terbaik.

Salah satu hal menarik pada E-Prix Monako tahun ini adalah kembalinya fitur Pit Boost yang diyakini akan menambah intensitas persaingan di lintasan yang sempit dan teknis. Fitur ini diharapkan mampu memberikan peluang lebih agresif dalam perebutan posisi selama balapan berlangsung.

Dengan berbagai dinamika tersebut, E-Prix Monako 2026 diprediksi akan menjadi salah satu seri yang paling seru dan menentukan di kejuaraan Formula E musim ini. Semua mata tertuju pada Buemi dan bagaimana ia menghadapi tantangan untuk meraih kemenangan keempatnya di Monte Carlo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.