Media Kampung – Iran menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika disertai dengan jaminan keamanan secara menyeluruh yang mampu menghentikan setiap bentuk kekerasan. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, setelah memberikan kuliah umum di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Boroujerdi menjelaskan bahwa ada tiga syarat penting yang harus dipenuhi dalam proses perdamaian menurut pandangan Iran. Pertama, perdamaian harus dapat dijamin, kedua harus bersifat menyeluruh, dan ketiga harus mampu menghentikan perang secara nyata. Ia menegaskan bahwa jaminan keamanan ini harus memberikan kepastian bahwa pihak yang pernah menyerang Iran tidak akan membangun kembali kekuatan untuk melakukan agresi baru.
Lebih lanjut, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa perdamaian yang diinginkan Iran harus mencakup seluruh wilayah kawasan dan memastikan penghentian semua bentuk kekerasan yang terjadi di Iran. Negara ini juga menganggap penting penghormatan terhadap hak-hak kedaulatannya, termasuk hak untuk memanfaatkan teknologi demi tujuan damai dan mempertahankan kemampuan militer sebagai bagian dari pertahanan negara.
“Dalam perdamaian ini, hak kami harus diberikan dan dihormati, begitu pula kemampuan kami,” ujar Mohammad Boroujerdi dengan tegas. Ia juga menambahkan bahwa dalam kerangka perdamaian tersebut perlu ada pengakuan yang jelas mengenai pihak yang bertindak agresor dan pihak yang menjadi korban agresi. Menurutnya, pengakuan ini menjadi fondasi penting untuk menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.
Selain membahas aspek perdamaian dan keamanan, Dubes Boroujerdi mengapresiasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta yang telah memberikan ruang diskusi melalui kuliah umum bertajuk “Negosiasi Islamabad: Perspektif Iran”. Ia menganggap pertemuan tersebut sangat bermanfaat untuk bertukar pandangan mengenai situasi terkini di kawasan dan mendiskusikan peran serta tanggung jawab akademisi dan komunitas kampus dalam memahami dinamika politik dan keamanan di wilayah tersebut.
Kuliah umum ini menjadi momen penting bagi Iran untuk menyampaikan pandangannya secara langsung mengenai perdamaian yang tidak hanya sekadar mengakhiri konflik, tetapi juga harus didukung dengan jaminan keamanan yang kuat dan menyeluruh. Dengan pendekatan ini, Iran berharap tercipta stabilitas yang tahan lama dan penghormatan terhadap hak-hak negara yang menjadi dasar perdamaian sejati di kawasan yang selama ini mengalami ketegangan dan konflik yang berkepanjangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan